Dishub Lakukan Pengadaan Traffic Counting

Dishub Lakukan Pengadaan Traffic Counting
GUNAKAN TRAFFIC COUNT: Seorang petugas Dishub tengahmenghitung jumlah kendaraan yang melintas.
0 Komentar

CIMAHI– Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi merencanakan penggunaan traffic counting di 10 ruas jalan yang ada di Cimahi. Pengadaan alat penghitung jumlah kendaraan tersebut bertujuan untuk mengkaji jalan-jalan yang mengalami kepadatan kendaraan.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Cimahi, Endang mengatakan, pengadaan traffic counting di 10 ruas jalan tersebut sudah memasuki proses lelang di Unit Layanan Pengadaa (ULP) Kota Cimahi.

“Kemarin baru masuk dokumen lelangnya (ke bagian ULP Kota Cimahi),” katanya, saat ditemui di Komplek Perkantoran Pemkot Cimahi, Jalan Demang Hardjakusumah, kemarin. (6/7).

Baca Juga:e-Paper Jabar Ekspres Edisi 7 Juli 2018Data PPDB Terus Bergerak

Menurut Endang, pengadaan 10 trafic counting sudah terdaftar dan dapat dilihat di situs http: //lpse.cimahikota.go.id. Statusnya yang tertulis pada laman resmi milik ULP Kota Cimahi tersebut adalah evaluasi penawaran dan evaluasi dokumen klasifikasi.

“Tercatat 21 perusahaan yang mendaftar. Nilai pagu paket yang tertera mencapai Rp 200 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi tahun 2018,” ujarnya.

Endang menjelaskan, dari 21 perusahaan yang tercatat, baru dua saja yang memberikan penawaran. Keduanya adalah PT Tata Bumi Konsultan dengan nilai Rp 176.055.000 dan CV Multi Lisensi dengan nilai Rp 199.705.000. Dan jika sesuai jadwal yang tercatat dalam laman resmi tersebut, makan penandatanganan kontrak dengan pihak pemenang traffic counting akan dilaksanakan pada 16-27 Juli 2018.

“Bila lelang kali ini berhasil, traffic counting tersebut akan digunakan di 10 ruas jalan yang memiliki tingkat kepadatan tinggi seperti, Jalan Kebon Kopi, Jalan Demang Hardjakusumah, Parmindo dan lain lain. Itu simpul-simpul yang dianggap arus lalu lintasnya tinggi, padat,” jelasnya.

Endang menuturkan, dengan traffic counting maka akan diketahui jumlah kendaraan yang melintas. Sehingga jika kerap terjadi kemacetan maka akan langsung dievaluasi untuk mencarikan solusinya.

“Sebetulnya itu sebagai bahan kajian. Kalau misal titik volume lalu lintasnya terlihat memang perlu rekayasa, kita akan lakukan rekayasa, atau (dengan) penambahan rambu,” tuturnya.

Endang menyebutkan, jika sudah terealisasi, rencananya traffic counting tersebut akan dikelola oleh pihak ketiga atau pemenang lelang. Pihak ketiga akan menempatkan orang untuk menghitung jumlah kendaraan yang melintas.

0 Komentar