Dari Bandung Menginspirasi Dunia

Dari Bandung Menginspirasi Dunia
Ridwan Kamil
0 Komentar

Membangun Kota Bersama

Hidup adalah udunan (kola­borasi), Ridwan kamil meme­gang teguh filosofi ini. Banyak permasalahan publik bisa terpecahkan oleh jurus jitu kolaborasi ini. Percaya bahwa kota di masa depan harus di­bangun dengan konsep baba­rengan, Ridwan Kamil mendi­rikan banyak komunitas sosial di masyarakat seperti Bandung Creative City Forum (BCCF), gerakan Indonesia Berkebun, Bandung Citizen Journal, Kon­sep One Village One Playground dll. Intinya, Semua permasa­lahan yang ada di masyarakat bisa diatasi dengan kerja sama dan gotong royong.

Ridwan Kamil mencontoh­kan tentang terlantarnya 300 taman kota di Bandung ka­rena alasan tak adanya dana. Ketika taman kota terlantar ini diumumkan pada warga dan komunitas kota, ternyata ada 300 komunitas yang siap mengadopsi dan memeli­hara taman tersebut. Bahkan setiap taman bisa diberi tema sesuai dengan komunitas yang memeliharanya. Solusi yang begitu sederhana.

Karya dan penghargaan Mendunia

Melalui firma arsitektur Ur­bane, karya ridwan kamil terse­bar di berbagai daerah Indone­sia dan mancanegara. Dari masjid yang terbuat dari batako yang terbuat dari abu letusan gunung merapi, Museum Tsu­nami di Aceh, Sekolah antigem­pa di Pangalengan Bandung, kawasan elit di Kuningan ja­karta, superblok di Cina, ran­cangan kawasan di Syiria.

Baca Juga:Wajib Belajar 12 Tahun Harus TuntasTetap Optimistis Berikan yang Terbaik

Tak kurang dari dua puluh penghargaan yang berkaitan dengan karya arsitektur dan tata kota dia raih. Rancangan masjid Al-Irsyad yang ia per­sembahkan untuk almarhum ayahnya, diganjar Top 5 best Building of The year 2010 oleh ArchDaily, dan menjadi satu dari 25 masjid terindah di dunia versi Complex Maga­zine.

Mengabdikan Diri untuk Sesama

Kini, Ridwan Kamil merasa Tuhan telah memberi segala yang dia impikan. Keluarga yang sehat dan bahagia; seo­rang istri yang cantik dan setia, putra dan putri peng­hibur hati. Lengkap sudah. Pendidikan tinggi dari luar negeri dia bagi kepada ma­hasiswanya di ITB. Itu ke­puasan tersendiri. Perusa­haan arsitekturnya menjadi satu dari 10 firma paling ber­pengaruh di nusantara. Proy­ek-proyeknya bukan hanya dari Indonesia, tapi menyebar dari Asia, Arab hingga Ame­rika. Lalu mau apalagi?

0 Komentar