Dia berharap Kemendikbud mengkaji soal HOTS, ketimbang mengkaji untuk menjadikan unas sebagai penentu kelulusan. Menurut Retno soal HOTS itu harus penalaran yang didasari pada keseharian siswa. ’’Ada soal HOTS yang menyuruh siswa menghitung kadar NaCl dalam salju. Ini tidak kontekstual, karena siswa Indonesia tidak pernah berjumpa dengan salju,’’ jelasnya.
Retno khawatir bahwa soal yang disebut HOTS itu tidak didasari atas kajian yang mendalam. Soal yang kemudian ramai digunjing siswa di media sosial itu, asal mengambil dari soal PISA atau sejenisnya. (lyn/wan/ign)
