BANDUNG – Kabar penundaan laga Persija Jakarta kontra Persib Bandung selain menimbulkan kebingungan dan ketidakpastian, juga membuat lini media sosial bergejolak.
Seperti biasanya, pro dan kontra dengan cepat menyebar dan banyak bermunculan di media sosial dalam menyikapi putusan penundaan jadwal laga Macan Kemayoran kontra Maung Bandung yang sejatinya digelar hari ini (28/4) ini.
Meski tak aktif di media sosial, tapi Manajer Persib, Umuh Muchtar mengetahui dampak dari diundurnya laga Persija kontra Persib di media sosial. Umuh menyayangkan karena tak sedikit di antara warganet, khususnya suporter kedua tim terlibat aksi perang verbal.
Baca Juga:Jumlah Pendaftar SBMPTN Lebih Banyak Dibanding Tahun LaluDi Jabar Ada 473 orang TKA
“Kalau terus-terusan (seperti ini) tidak akan selesai, saling menyalahkan. Si A nyalahin si B, ini tidak akan selesai,” ungkap Umuh.
“Sudah aja ambil hikmahnya saja, mudah-mudahan Persib bisa menang, insya Allah Persib punya poin, menang. Kalau kita saling serang, salahin ini, salahin itu, jadi panjang. Tidak akan menyesaikan masalah,” sambungnya.
Penundaan laga Persija kontra Persib sendiri diambil setelah Polda Metro Jaya menyampaikan surat rekomendasi usulan menjadwal ulang pertandingan. Padahal surat tersebut bisa dikatakan bersifat saran atau tak mutlak harus diikuti.
Sebab meski merekomendasikan penundaan, tapi seperti disampaikan Kabag Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, pada dasarnya Polda Metro Jaya pun cukup siap jika pertandingan tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB).
“Kami harapkan pertandingan Persija melawan Persib dilakukan jadwal ulang setelah May Day,” kata Argo Yuwono.
Argo dengan tegas menyatakan, pihaknya tetap siap melakukan pengamanan jika laga tetap digelar sesuai jadwal. “Kami tetap amankan,” imbuh mantan kapolres Nunukan, Kalimantan Utara tersebut.
Tapi kini usulan dari Polda Metro Jaya sudah berubah jadi keputusan karena PT LIB dan Persija lebih memilih mengikuti saran tersebut sehingga jadwal pertandingan diundur meski belum ada kepastian kapan akan dilaksanakan. (ign)
