Bantu Tuntaskan Pemasalahan Kota

Bantu Tuntaskan Pemasalahan Kota
JELASKAN POTENSI: Pjs Wali Kota Bandung M. Solihin (kedua kiri) bersama Wakil Bupati Bandung Gun Gun Gunawan di hadapanduber negara-negara Nordic memberikan penjelasan mengenai permasalahan dan potensi yang dimiliki di wilayah Bandung Raya.
0 Komentar

BANDUNG – Negara-negara Nordic yang di wakili oleh Duta Besar (Dubes) nya mengunjungi Kota Bandung untuk membicarakan permasalahan kota yang ada di wilayah Bandung Raya.

Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin Bersama perwakilan kepala daerah untuk wilayah Bandung Raya berdiskusi mengenai permasalahan kota dan menjelaskan potensi yang ada di setiap wilayah.

Sedangkan para Dubes tersebut di antaranya berasal dari negara Swedia Johanna Brismar Skoog, Duta Besar Denmark Rasmus Abildgaard Kristensen, Duta Besar Finlandia Paivi Hiltunen-Toivio, dan Duta Besar Norwegia Vegard Kaale.

Baca Juga:Cibuluh Miliki Potensi untuk DikembangkanDisdik Ajak Orang Tua Pantau Langsung UNBK di Sekolah

Solihin mengungkapkan, kedatangan para perwakilan negara itu adalah untuk berdiskusi tentang solusi atas permasalahan yang ada di Kota Bandung. Negara-negara Nordic dikenal dengan inovasi dan teknologi yang canggih ini, dinilai mampu menuntaskan persoalan di Kota Bandung.

“Kami sangat berbahagia bisa menerima kedatangan para duta besar. Semoga kedatangan mereka bisa membuka peluang kerja sama maupun investasi di Kota Bandung dan sekitarnya,” ujar Solihin di Balai Kota Bandung, Rabu (25/4).

Pada pertemuan tersebut, turut hadir Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cimahi, Tata Wikanta dan Wakil Bupati Bandung, Gun Gun Gunawan. Keduanya diundang sebagai pimpinan daerah yang juga memiliki potensi kerja sama dengan negara-negara Nordic.

“Karena di Bandung Raya ini persoalannya hampir serupa yaitu urusan transportasi, kemacetan, banjir, dan juga pengelolaan sampah, maka kami undang juga kepala daerah di Bandung Raya. Jadi ini kunjungannya juga ke kota kabupaten di sekitar Kota Bandung, hanya pertemuannya dipusatkan di Kota Bandung,” imbuh Solihin.

Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Johanna Brismar Skoog mengungkapkan, Bandung dipilih karena memiliki sumber daya yang memadai untuk bisa saling bertukar informasi. Kota Bandung sebagai pusat inovasi memiliki perguruan tinggi berkualitas, seperti Institut Teknologi Bandung dan sebagainya.

“Kota Bandung dipilih karena pemerintah daerah memiliki ambisi dan komitmen yang kuat untuk membangun kota yang lebih baik, kota yang ramah untuk ditinggali. Kami membawa berbagai teknologi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan di Kota Bandung,” ujar Skoog.

0 Komentar