BANDUNG – Banjir di Kabupaten Bandung terus meluas hingga 10 kecamatan. Para pelajar pun terpaksa diliburkan karena ruang kelas mereka terendam air setinggi 200 sentimeter.
Berdasarkan laporan sepuluh kecamatan yang terdampak banjir antara lain Baleendah, Bojongsoang, Dayeuhkolot, Ibun, Majalaya, Ciparay,Cileunyi, Solokanjeruk dan Rancaekek. Sedangkan Kecamatan Paseh diketahui terjadi longsor.
Catatan lainnya, korban saat ini mencapai 535 KK dan 1.615 jiwa mengungsi. Sedangkan yang terdampak 3.570 rumah (3.609 KK dan 12.148 jiwa).
Baca Juga:Berebut Suara HamidaJYSK Kini Hadir di Bandung
Salah seorang guru SDN 07 Dayeuhkolot, Hastuti mengungkapkan, terpaksa meliburkan para siswa lantaran sekolah terendah banjir hingga setinggi dua meter. Lima ruangan kelas, dan masing-masing satu ruangan guru dan kepala sekolah ikut terendam luapan Sungai Citarum. ”Anak-anak enggak bisa datang ke sekolah. Sebab, sekolahnya terendam banjir hingga dua meter dan akses jalan pun sulit,” kata Hastuti kemarin (27/2).
Hastuti mengatakan, bahwa SDN 7 Dayeuhkolot memiliki siswa 178 siswa, dan hampir 90 persen siswa merupakan para korban banjir dari warga Kecamatan Dayeuhkolot. Padahal, pihak sekolah berencana akan melaksanakan try out ujian nasional tingkat SD sejak Senin lalu. Namun, terpaksa dibatalkan hingga tenggat waktu yang belum dipastikan.
Lebih lanjut lagi Hastuti menjelaskan, para siswa melakukan aktivitas belajar di tempat pengungsian di salah satu rumah warga. Namun rumah tersebut pun hingga saat ini terendam banjir. Sehingga rumah tersebut tak bisa digunakan. ”Biasanya kalau banjirnya siswa-siswi belajar di pengungsian. Tapi, pengungsian juga terendam banjir,” jelasnya.
Di tempat yang berbeda, Kepala Sekolah SDN 1 Andir Baleendah, Ade Supriyadi, 53, mengatakan, pihaknya terpaksa memindahkan tempat pengungsian para siswa yang asalnya belajar di Gedung SKB, kemudian berpindah kantor ke Kwarcab Pramuka Kabupaten Bandung. ”Di GOR SKB banyak pengungsi jadi pindah ke Kwarcab. Tidak kondusif untuk belajar siswa,” ujar Ade.
Ade menerangkan, para siswa belajar di pengungsian sejak satu pekan lebih. Meski belajar di pengungsian, dia mengaku aktivitas belajar mengajar tetap berjalan dengan lancar.
Menurutnya, kehadiran siswa di SDN 1 Andir mencapai 73.96 persen. Sementara guru hadir semua. Katanya, SD Andir yang berada di wilayah Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah sudah terendam banjir sejak Selal lalu dengan ketinggian air mencapai 170 sentimeter. ”Siswa hadir 73,96 persen dari total 242 jiwa, guru hadir semua dan sizwa belajar di Kwarcab,” ungkapnya.
