oleh

Disperindag Bantah Pungli ke Pedagang

NGAMPRAH – Dugaan ada­nya pungutan liar (pungli) kepada para pedagang untuk menempati kios pujasera di Komplek Pemkab Bandung Barat dibantah oleh Kepala Dinas Perindustrian danPer­dagangan Kabupaten Bandung Barat Weti Lembanawati.

Bahkan, Weti menantang untuk menunjukan siapa pe­gawai di dinasnya yang me­mang melakukan pungli.

”Laporkan kepada saya ka­lau ada yang menerima di dinas saya, sebutkan siapa orangnya. Kalau di luar dinas kami, itu bukan tanggung jawab kami,” tegas Weti di Ngamprah, kemarin (26/1).

Sebelumnya diberitakan, seorang pedagang mengaku membayar uang muka ke­pada orang tertentu untuk bisa menempati kios di pu­jasera tersebut sekitar Rp 1,5 juta/kios. Namun, dia kecewa lantaran hingga kini belum juga bisa menempati puja­sera tersebut.

Weti menegaskan, pihaknya tak pernah meminta uang muka tersebut. Apalagi, peng­elolaan pujasera di Kompleks Pemkab itu akan diserahkan kepada Dinas Koperasi, Usa­ha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) KBB.

”Pembangunan pujasera memang kewenangannya ada di kami, tetapi setelah peru­bahan SOTK baru, operasio­nalnya diserahkan ke dinas lain,” ujarnya.

Pembangunan pujasera ter­sebut rampung pada 2016 lalu. Namun lantaran ada pe­rubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) pada awal 2017, pujasera tersebut belum digunakan. Akibatnya, pujasera berkapasitas 40 lapak pedagang itu mengalami ber­bagai kerusakan saat diterjang hujan deras dan angin kencang beberapa waktu lalu. Kerusa­kan terjadi pada atap, kanopi, dan beberapa bagian di hala­man pujasera.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga