oleh

Stabilisasi Harga Mentok

Namun HET yang ditetapkan sejak Agustus tahun lalu itu belum sepenuhnya berhasil hingga kini. Sebab, di sejumlah pasar di Jawa masih ditemui beras medium dengan harga di atas Rp 9.450 per kilogram, bahkan tak jarang menyentuh Rp 10.000 per kilogram. Di samping harga beras, harga telur dan daging ayam pada Desember juga melambung sehingga menyebabkan konsumen resah.

”Itu yang akan menjadi fokus kami untuk menjaga kestabilan harga. Pada 2018 kami akan lebih ketat lagi untuk mengendalikan. Kami tidak akan membiarkan harga naik berlebihan,” ungkap Enggar.

Baca Juga:  Warga Kalibaru Dapat Bantuan Beras dari Polsek Sukmajaya

Menurut dia, pihak kementerian sudah intensif melakukan kordinasi dengan produsen dan pedagang. Semua pedagang diwajibkan melaporkan gudang dan stoknya. Sehingga akan ketahuan jika ada penimbunan.

”Dengan ditetapkan HET, pedagang harusnya takut. Kalau dia simpan, ongkosnya besar. Dan dia tidak berani jual dengan harga tinggi. Itu salah satu fungsi kita mengeluarkan ketentuan HET,” bebernya.

Enggar menambahkan, pihaknya tengah merencanakan mengirim 150 orang staf untuk pergi ke daerah-daerah mendampingi Bulog melakukan operasi pasar. Aktivitas tersebut dilakukan untuk menyalurkan stok ke pedagang beras yang ada di pasar tradisional.

Baca Juga:  Yuk Simak! Cara Dapat Bansos Tunai Rp300 Ribu dan Beras 10 Kg

”Kita juga akan bersama satgas untuk mengawasi dan melindungi staf Bulog agar lebih confident dan tidak takut. Saya sudah minta stoknya digelontorkan,” ujarnya.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga