jabarekspres.com, BANDUNG – Jambore Desa atau disingkat Jade merupakan event terbesar kali pertama diselenggarakan di Indonesia. Sebelumnya, belum pernah ada kabupaten/kota maupun provinsi yang mengumpulkan seluruh kepala desa (kades) dalam satu kegiatan penyelenggaraan.
Diketahui, Jade akan digelar di Desa Pasirsari Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi selama dua hari pada Senin-Selasa (11-12/12) mendatang. Kegiatan ini mengundang 5.312 kades dan 645 lurah se-Jawa Barat. Serta tamu undangan lainnya. Sehingga, total peserta yang akan hadir diperkirakan mencapai 6.660 orang.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Desa Provinsi Jawa Barat Ade Afriansyah yang juga ketua panitia Jambore Desa mengatakan, sudah mempersiapkan sematang mungkin agar pelaksanaan kegiatan tersebut berjalan lancar dan sukses.
Baca Juga:Tunjuk Sudrajat Jadi CagubData dan Fakta Jelang Laga Derby d’Italia
”Semua pihak yang terlibat dalam even ini, baik dari DPMD Jabar, DPMD Kabupaten Bekasi, dan Desa Pasirsari, serta pengelola kawasan Jababeka, serta beberapa pihak lain siap menyukseskan acara ini,” tegas dia kepada Jabar Ekspres, kemarin (8/12).
Acara yang nantinya akan dilaksanakan dalam Jambore Desa yakni defile yang terdiri atas sejumlah peserta kepala desa dan rombongan, Riungan Desa, Dialog Spesial, Lomba Cepat Tepat, Bursa Inovasi Desa yang diikuti 180 desa se-Kabupaten Bekasi, dan Ngaliwet bareng gubernur dan wakil gubernur.
”Kami sudah siapkan hadiah bagi peserta defile terbaik, pemenang lomba cepat tepat, dan lainnya dengan total hadiah puluhan juta rupiah,” kata Ade.
Sekda Kabupaten Bekasi Uju, sangat mengapresiasi halatan Jambore Desa di wilayahnya. Hal ini sangat bermanfaat bagi tuan rumah karena berdampak bagi peningkatan ekonomi dan pendapatan asli daerah (PAD).
”Ribuan kades menginap di Kabupaten Bekasi. Tentu hotel-hotel di sini akan penuh diisi para tamu undangan yang menginap. Bisa meningkatkan pendapatan hotel dan PAD. Hotel di sini banyak. Akses ke lokasi acara juga mudah. Dekat dengan pintu tol,” papar Uju.
Selain itu, para BUMDes yang punya produk unggulan bisa memanfaatkan kegiatan dengan menjualnya kepada peserta.
Pemkab Bekasi, kata Uju, membantu sepenuhnya demi kelancaran kegiatan. Pihaknya mendukung penuh dan sudah menginstruksikan jajarannya baik dinas terkait dan desa setempat maupun kawasan industri agar maksimal membantu panitia.
