Terbaik di Asia, Siap ke Level Dunia

Terbaik di Asia, Siap ke Level Dunia
RISING STAR: Gerry Salim (kanan) bersama Presiden Direktur AHM Toshiyuki Inuma di Buriram, Thailand, Minggu lalu.
0 Komentar

Gerry pun siap memulai petualangan baru. Termasuk di FIM CEV. Arek Suroboyo yang bangga memasang tulisan ’’I’m Bonex’’ di helmnya tersebut ingin mendapat tantangan yang lebih ketat tahun depan.

’’Semoga saya bisa naik level tahun depan. Semua tergantung penilaian tim dan Honda,’’ ucapnya.

Gerry adalah salah satu contoh anak muda Indonesia yang mendedikasikan energinya untuk balapan. Sejak kecil, didampingi ayahnya, Gunawan Salim, Gerry sudah berlatih balapan. Pada usia 14 tahun, dia menjuarai beberapa kejuaraan road race dalam negeri. Dengan talentanya, dia lantas berhasil menembus audisi yang diadakan AHRT. Di sana, skill balap Gerry kian terasah hingga menjadi yang terbaik di level Asia seperti saat ini.

Baca Juga:PTUN Menangkan Gugatan Warga JatayuEmil Ditenggat Hingga Natal

Hamna Sofyan, ibunda Gerry, akan mendukung setiap keputusan anaknya di dunia balap. Termasuk bila tahun depan Gerry harus naik kelas ke FIM CEV dan tinggal di luar negeri.

Hamna yang akhir pekan lalu mendampingi Gerry di Thailand menyebut anaknya sebagai sosok yang penuh dedikasi dalam mengejar cita-cita. ’’Gerry sudah dapat kontrak dari Astra (AHRT) sejak masih sekolah. Ujian akhir (SMA) saja dia hampir tidak ikut dan kami mengizinkan,’’ kenangnya. ’’Kesempatan untuk karir profesional tidak datang dua kali. Ujian bisa ditunda,’’ tandasnya.

Mendapat tiket tampil di FIM CEV merupakan kesempatan besar bagi pembalap mana pun. Termasuk pembalap Indonesia. Namun, untuk tampil di sana, dituntut perjuangan keras dan pengorbanan untuk bisa tampil kompetitif. Demikianlah yang harus dilakoni Dimas dan Gilang ketika tinggal di Barcelona setahun terakhir.

Dimas dan Gilang setiap hari harus menjalani jadwal padat untuk berlatih. Baik saat race weekend maupun tidak. Biasanya, mereka bangun pukul 08.00 waktu Barcelona (jam kerja dimulai pukul 10.00). Setelah sarapan, mereka sudah ditunggu jadwal latihan fisik di gym atau outdoor mulai pukul 09.00. Itu dilakukan sampai jadwal makan siang pukul 13.00. Pada pukul 14.00, menu latihan lain sudah menunggu sampai pukul 18.00.

’’Begitu setiap hari. Dalam sepekan, kami kadang bisa menempuh ratusan kilometer bersepeda. Juga puluhan kilometer lari,’’ kata Dimas tentang menu latihannya.

0 Komentar