CIMAHI – Sekitar Delapan pelajar dari SMP Negeri 4 Padalarang bersama Enam anak yang sudah tidak bersekolah, disinyalir melakukan penyerangan terhadap pelajar dari MTs Nurul Falah, Kota Cimahi, Selasa (28/11).
Keterangan dihimpun Jabar Ekspres, penyerangan terjadi di persimpangan Jalan Mahar Martanegara, sekitar pukul 15.00. Saat itu menurut warga di sekitar lokasi kejadian, terlihat beberapa siswa membekali diri dengan gear motor, dan sabit bulan.
Diceritakan Andi Aril, siswa kelas 7 dari MTs Nurul Falah, dia saat itu sedang berjalan pulang bersama temannya, di tengah perjalanan pulang mereka malah diserbu rombongan pelajar dari sekolah lain.
Baca Juga:Bareng Aparatur Desa, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cimahi Gelar SosialisasiSetiap Kecamatan Menjadi Target BNN
Karena takut, dia dan temannya yang diperkirakan sebanyak 10 orang spontan berlari, malangnya dia yang berada di barisan paling belakang justru harus terkena sabetan benda tumpul hingga betis kaki kanannya memar dan membiru. ”Saya lari bareng teman-teman, tapi ketangkap. Kaki saya dipukul sama besi, terus uang saya juga habis diambil, untung ada warga yang nolongin,” ujar Andi Aril sambil terisak menahan sakit pada Jabar Ekspres di Mapolsek Cimahi, Selasa (28/11).
Para pelajar yang melakukan penyerangan kemudian lari berpencar setelah diteriaki warga. Beruntung, semuanya berhasil diamankan setelah warga sekitar dibantu para pengendara mengejar para pelajar tersebut.
Bilal Ramadhan, seorang pelajar dari SMP Negeri 4 Padalarang yang diduga melakukan penyerangan, mengaku jika mereka tidak bermaksud melakukan penyerangan terhadap siswa MTs Nurul Falah.
Dirinya berdalih jika penyerangan tersebut lantaran pelajar dari MTs Nurul Falah melakukan pemukulan dan pemalakan terhadap rekannya. ”Saya hanya membela teman. Soalnya teman saya tiba-tiba dipukul dan uangnya diambil sama anak dari sekolah lain. Soalnya kami mau main ke Kawah Putih, senjata ini dikasih di perjalanan sama anak STM, buat jaga-jaga,” katanya.
Sementara itu Kapolsek Cimahi Kompol Rukun Iman, menyebutkan jika motif para pelajar dari Padalarang datang ke Kota Cimahi, selain akan menuju ke Kawah Putih, juga memang akan menyerang siswa dari SMP lain.
Hal itu berdasarkan penuturan dari anak lain yang saat ini sudah tidak bersekolah. Rencana penyerangan terhadap siswa dari salah satu SMP di Kota Cimahi setelah terjadi percekcokan di media sosial.
