Kalau Tak Diarahkan, Ia Bisa Berenang sampai Bali

Kalau Tak Diarahkan, Ia Bisa Berenang sampai Bali
ASYIK BERENANG: Sejumlah pemuda membawa kudanya berenang ke tengah laut pantai Selingkuh, Ampenan, Kota Mataram, Rabu (15/11). Kuda-kuda ini diajak berenang untuk latihan kekuatan fisik.
0 Komentar

Ingat, ini kuda pacu lho, bukan kuda laut! Tapi, sebagaimana yang terlihat pada Jumat sore pekan lalu itu, puluhan kuda pacu terlihat asyik kecipak-kecipuk bersama tuan masing-masing.

’’Kuda saya ini suka sekali berenang. Saya bahkan sering kewalahan begitu sudah sekitar satu kilo dari pantai,’’ kata Rizal Abdi, pemilik kuda lainnya dari desa yang sama dengan Muhtar.

Namun, tak semua kuda pacu suka berenang. Bahkan ada yang sangat takut air. Atau tak bisa berenang.

Baca Juga:SHARP Tingkatkan Jaminan Garansi Lemari Es Hingga Tujuh TahunDAM Gelar Honda Genuine Parts Creative Video Competition – be Genuine!

Bila kuda pacu tak bisa berenang, ia akan berhenti di kedalaman satu meter. Lalu bila sang pemilik menarik pelananya, ia akan mengangkat kedua kaki bagian depan. Memberontak.

Kalau masih saja dipaksa ke tengah, si kuda akan melakukan tindakan ekstrem. Yakni, menenggelamkan diri. Bahkan sampai ada yang pingsan karena air laut masuk ke mulut dan telinganya. Jika keadaannya seperti itu, tak boleh dilanjutkan.

Sedangkan kuda pacu yang doyan air seperti milik Rizal, begitu masuk air, kakinya akan langsung mengayuh kegirangan. Sang pemilik cukup memegang pelana dan memeluk punggung.

’’Mungkin kalau tak diarahkan kembali, ia bisa berenang sampai ke Bali,’’ ujar Rizal.

Pantai Tanjung Karang memang menghadap Bali. Puncak Gunung Agung di Pulau Dewata yang menjulang bisa dinikmati dari situ.

Selain di pantai, tradisi memandikan kuda pacu juga dilakukan di sungai. Tapi, menurut Muhtar, dirinya lebih senang melakukannya di pantai karena di sana kuda bisa berenang dengan leluasa. Sedangkan di sungai, selain dangkal, ancaman adanya binatang seperti buaya juga menjadi kekhawatiran tersendiri.

Itu baru urusan berenang. Kuda-kuda pacu di Lombok masih punya sesi menyenangkan lainnya saat pagi: berendam. Persisnya menjelang subuh. Saat air laut dalam kondisi hangat.

Baca Juga:Disparbud Lakukan Penataan Tempat Wisata98.5 persen Warga Jabar Teraliri Listrik

’’Saat berendam pagi itu, biasanya saya manfaatkan untuk membersihkan tubuh kuda dari kotoran-kotoran. Bila perlu, menyingkirkan kutu-kutu sehingga kuda pacu akan semakin bugar,’’ ungkap Hilmaen, rekan Rizal yang juga pemilik kuda.

Sesi mandi pagi itu biasanya dilakukan empat kali dalam sepekan. ’’SOP-nya’’, pulang dari pantai, mereka mandi air hangat. Dengan campuran parutan jahe. Setelah itu nyam-nyam alias makan dengan menu pilihan. Di antaranya telur. Dan, baru kemudian dipijat. ’’Memang, cara merawat kuda pacu berbeda jauh dengan kuda penarik becak,’’ tegas Muhtar.

0 Komentar