Antisipasi Bencana Banjir dan Longsor

Antisipasi Bencana Banjir dan Longsor
TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/JABAR EKSPRES
PEDULI LINGKUNGAN: Danpusdikpal. Kol. CPL Herry Keswanto (berdiri tengah), Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna (berdiri dari kanan kelima) dan Wakil Wali KotaCimahi Ngatiyana (berdiri dari kiri ke empat) saat berfoto bersama usai acara penanaman 3.000 pohon di SMK Karya Bahkti Pusdikpal Cimahi, Selasa (21/11).
0 Komentar

Tidak hanya penanaman pohon, keseriusan pemerintah Kota Cimahi dalam pencegahan dan penanggulan bencana pun dibuktikan dengan sebelumnya Kota Cimahi membentuk Kampung Siaga Bencana (KSB) dan pada kesempatan itu pula Wakil Wali Kota Cimahi Ngatiyana dikukuhkan sebagai pembina Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Wakil Wali Kota Cimahi Ngatiyana, mengatakan, dengan KSB diharapkan, masyarakat lebih siap menghadapi kejadian bencana di daerahnya. Tidak hanya itu, menurut Ngatiyana, KSB juga sebagai upaya dari pemerintah untuk mempercepat penanggulangan bencana kepada masyarakat, sebab setiap anggotanya diberikan pelatihan sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.

”Cimahi merupakan Kota pertama yang membentuk KSB. Mudah-mudahan kedepan Cimahi juga bisa memberikan anggaran untuk KSB ini. Juga bisa memberikan pelatihan secara rutin kepada anggota KSB,” ucapnya.

Baca Juga:Si Miskin dan PilgubDemokrat Siapkan Strategi Lawan PDIP

Ngatiyana berharap, dengan adanya KSB tidak ada lagi istilah tugas dan kerjaan siap, sehingga berakibat kepada keterlambatan bantuan dan penanggulangan saat terjadi bencana. ”Tidak saling mengandalkan. Intinya bisa memberikan penanganan tercepat kepada masyarakat,” sebutnya.

Pasca dikukuhkan dengan penyematan pin dan topi Tagana, Ngatiyana berjanji dirinya akan lebih sering terjun ke lapangan guna memantau situasi dan kondisi lingkungan di seluruh wilayah Kota Cimahi. ”Saya akan terjun ke lapangan, langsung bergabung bersama-sama Tagana, BPBD, dan masyarakat untuk melakukan sosialisasi kebencanaan,” pungkasnya. (ziz/adv/ign)

0 Komentar