Sebelumnya, Partai Golkar resmi mengusung Ridwan Kamil sebagai Cagub Jawa Barat 2018 nanti. Partai berlambang pohon beringin itu, secara mengejutkan batal mengusung kadernya yang juga Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham mengaku sudah berkomunikasi dengan Dedi ihwal alasan partainya medukung Ridwan Kamil. Idrus mengklaim Dedi legowo dan paham mengapa partainya memilih Ridwan Kamil.
”Saudara Dedi menyatakan bahwa apapun keputusan Golkar, dia akan patuh yang sudah mengusung Ridwan Kamil,” ujar Idrus di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Senin (6/7).
Baca Juga:Awasi Penggunaan Dana DesaOrmas Buat Resah, Akan Ditindak
Dalam pertemuan tersebut, Idrus juga memastikan jika Dedi akan setia dengan Partai Golkar. Tidak memutuskan keluar dari partai hanya untuk bisa maju di Pilgub Jawa Barat. ”Saya adalah kader Partai Golkar, tidak mungkin saya menghianati Partai Golkar,” kata Idrus menirukan komitmen Dedi.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar kembali melakukan safari politik. Kali ini ke DPD I Golkar Jawa Barat. Deddy Mizwar mengatakan bahwa ini adalah salah satu bentuk kewajibannya sebagai pembina politik daerah. Terlebih posisinya sebagai wagub membuat dia mempunyai kewajiban untuk itu.
Baik Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi adalah dua kandidat kuat untuk maju ke Pilgub Jabar 2018 nanti. Meskipun Partai Dedi Mulyadi sudah menentukan pilihan, banyak pengamat memprediksi kalau Dedi Mulyadi akan menyebrang kalau diberi kesempatan.
Sedang Deddy Mizwar masih berusaha untuk melengkapi tiketnya ke Pilgub Jabar. Sejauh ini dia baru mengumpulkan 16 kursi dengan PKS dan PAN sebagai pengusung dirinya
Di sisi lain, Deddy Mizwar mengaku tidak menampik kalau ada kemungkinan dia akan berpasangan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi. Di sisi lain, Dedi Mulyadi juga membuka suara bahwa untuk terwujudnya duo DM ini harus ada partai pengusung terlebih dahulu. (pan/and/JPG/rie)
