oleh

Teddy, Raih Penghargaan Internasional

jabarekspres.com, BANDUNG– Eksisitensi Teddy Suchyar, pelukis asal Kota Cimahi tak diragukan lagi. Buktinya, pada Juli 2017 ini dia mendapatkan Sertifikat Award Nomination dari Fine Art Universal yang berkedudukan di Australia.

Diajang itu, alumnus seni rupa ITB Angkatan 1979 ini mewakili salah satu peserta dari Indonesia dengan lukisanya berjudul ”Exhibit of A New Green Light’. ” Alhamdulillah saya juga awal Agustus 2017 ini mendapat anugerah WOA Weekly Wonders dari World Of Art Contest, yang berkedudukan di USA untuk lukisan saya yang berjudul springs,” kata Teddy saat di temui Jabar Ekspres.

Dia mengungkapkan, ingin tetap eksis di dunia seni rupa khususnya seni lukis walau pun kadang bertabrakan dengan kesibukannya sebagai wiraswasta di bidang interior decoration dan design graphis. ”Saya harus harus memilah waktu untuk usaha dan bidang Seni,” ungkapnya.

Dalam waktu dekat, Teddy akan berpameran di Lobby Hotel Preanger Bandung. Rencananya kegiatan itu akan digelar mulai 17-27 Agustus 2017. ”Eksistensi saya didunia seni lukis karena suport dari teman-teman alumni seni rupa ITB 79 atau pun sahabat-sahabat saya alumni SMP Negeri 1 Cimahi angkatan 1973 dan tentu saja dukungan dari istri dan keluarga,” lanjutnya.

Saat Reuni Akbar (Gathering Gree One) SMP Negeri 1 Cimahi Lintas Generasi 1958- 016 di Green Forest Resort Lembang, Teeddy sempat menunjukkan aksi perform art-nya berkolaborasi dengan Model Dereny menampilkan perform yang unik dengan melukis di atas dua buah kanvas masing-masing berukuran 1,5 x 2 meter menggunakan flarre atau bom asap dan holy powder. Di acara Reuni Akbar tersebut Teddy mendapatkan Anugerah Award dalam bidang seni dan budaya yang nominasinya dilakukan oleh juri yang dibentuk khusus Panitia Acara dan diberikan ke para alumni yang berprestasi di bidangnya masing-masing seperti science, kedokteran, dan lain-lain. (bun/ign)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga