Koperasi Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Jabar

Senada pun diungkapkan Netty Heryawan. Dikatakan­nya, pihaknya berharap koperasi bisa lebih mendo­rong kesejahteraan masy­arakat khususnya perem­puan. ”Ternyata koperasi menjadi salah satu upaya untuk melakukan pembi­naan kepada para pelaku usaha perajin khususnya dari kalangan perempuan. Saat ini perempuan diang­gap terpinggirkan tapi dengan koperasi banyak kemudahan bagi kaum pe­rempuan, seperti bantuan modal. Ketimbang bekerja sendirian. Kedepan kope­rasi yang secara khusus yang mengadvokasi perempuan bisa menyelesaikan perma­salahan sosial, seperti pro­stitusi, trafiking dan keke­rasan,” katanya.

Kepala Dinas Ko­perasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat, H. Dudi Sudradjat Ab­durachim menjelaskan, koperasi memiliki peran dan potensi ekonomi yang cukup besar, namun seba­gai salah satu soko guru perekonomian nasional koperasi masih tertinggal dibandingkan perusahaan swasta, BUMN. Hal ini di­sebabkan masih banyak masyarakat yang belum mengenal lebih dalam ko­perasi.

”Terutama kalangan mu­da masih banyak berang­gapan koperasi itu jadul. Untuk itu, modernisasi koperasi melalui peng­embangan Teknologi Infor­masi dan Komunikasi (TIK) dinilai salah satu langkah tepat untuk memperkenal­kan koperasi kepada ma­syarakat luas. Koperasi harus melek TIK. Saat ini jaman sudah berubah, se­mua serba cepat dan mudah. Dengan memanfaatkan TIK secara optimal, diyakini koperasi akan berkembang dengan cepat,” katanya.

Mengenai penghargaan pada Hari Koperasi ke-70, dimana Jawa Barat menda­patkan banyak penghar­gaan Dudi menjelaskan, ini sebagai apresiasi pemerin­tah terhadap perkembangan koperasi di Jabar. Koperasi terbukti memberikan ke­sejahteraan bagi anggotanya serta memberikan kontri­busi nyata bagi pembangu­nan ekonomi. Koperasi juga turut menciptakan lapangan pekerjaan dan pemerataan kesejahteraan.

Dudi menyadari banyak koperasi yang belum berja­lan sesuai dengan prinsip-prinsip koperasi. Masih banyak koperasi yang men­ghadapi persoalan secara internal dan gagal mencapai tujuannya. Bahkan ada ko­perasi yang digunakan untuk kegiatan investasi ilegal.

Pihaknya mendukung upaya pemerintah untuk melakukan reformasi ko­perasi sebagai langkah penting dan strategis seba­gai landasan kebijakan total terhadap pengelolaan koperasi yang baik dan be­nar. Reformasi koperasi diantaranya melalui pemu­takhiran data koperasi dengan cara pembekuan dan pembubaran koperasi dengan Online Base Data System, sehingga koperasi mempunyai Nomor Induk Koperasi (NIK). (adv)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan