jabarekspres.com, GARUT – Setelah warga Kampung Loji Desa Keresek Kecamatan Cibatu, berhasil menciptakan dan mengembangkan seni visual Raja Dogar. Saat ini muncul; kreasi seni baru rampak domba dari Kampung Babakanarab RW IV Desa Girimukti Kecamatan Cibatu. Meski baru beberapa bulan diciptakan, namun ramapak domba dibawah naungan Paguyuban Daya Sunda Lawungsari itu sering tampil dalam berbagai kegiatan termasuk dalam acara hajatan.
Aris salah seorang Pengurus Paguyuban Daya Sunda Lawungsari, Selasa (4/7) mengungkapkan, seni Rampak Domba bisa ditampilkan dalam pesta khitanan, perkawinan dan pagelaran seni lainnya. Alat musik tradisional dan lagu-lagu Sunda mewarnai penampilan Rampak Domba. Rampak Domba ditampilkan secara iring-iringan menyusuri jalan.
Menurut Aris, keunikan seni Rampak Domba yaitu dodombaan yang ditunggangi anak khitan diusung dalam iring-iringan. Puluhan domba Garut berkualitas pun disertaklan dalam iring-iringan sebagai ciri khas seni rampak domba. Domba yang diikutsertakan dalam iring-iringan merupakan domba-domba terlatih.
Baca Juga:Agus Supriyadi: Banyak Calon Bupati Lebih BaikJalan di Garut Terlihat Cantik dan Indah
“Bila dalam seni sisingaan, singa aslinya tak ditampilakan. Sedangkan dalam seni rampak domba, justru puluhan domba menyemarakan penampilan Rampak Domba. Keunikan semacam itu, menjadi daya tarik tersendiri dalam penampilan Ramapak Domba,” tutur Aris.
Seni rampak domba dari Babakanarab Desa Girimukti tampil dalam acara pesta khitanan di Kampung Ciseureuh Desa Sindangsari Kecamatan Leuwigoong. Iring-iringan dan penampilan Rampak Domba, harus mengantongi izin rame-rame dari Polsek setempat karena menggunakan jalan umum. Iring-iringan ramapak domba pun dikawal oleh aparat kepolisian bersama perangkat desa. (pap)
