Lebih lanjut lagi Yusri menjelaskan, petugas langsung melakukan pengembangan ke wilayah Tebet Jakarta dan melakukan penangkapan kepada perantara pelaku NT biasa memesan daging babi untuk dioplos. Perantara AG pun dibawa ke Mapolres Bogor.
”Modus yang digunakan pelaku, dengan membuka kios penggilingan daging dan penyimpanan daging, kemudian pelaku menjual daging babi yang dicampur dengan daging ayam kepada konsumen dengan harga Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu per kilogram. Harga normal daging sapi adalah sekitar Rp 100 hingga Rp 130 ribu,” tuturnya.
”Pelaku mengatakan kepada konsumen bahwa daging itu merupakan daging sapi impor dijual lebih murah, pembeli mayoritas pedagang penjual bakso dan penjual cilok,” sambungnya sambil menambahkan, dalam sepekan pemasok bisa menghabiskan paling banyak 300 kilogram daging babi untuk diditribusikan ke pemilik kios daging.
Baca Juga:Ulama Ciamis: Pemerintah Harus Adil kepada DahlanPanel Bus Berbasis Online Mampu Deteksi Kerusakan Secara Dini
Dalam penggerebegan itu, katanya, petugas pun mengamankan, PN, AI, UG, IT, MO, dan IT. Sedangkan penjual bakso pun diamankan petugas yaitu, SA KN, BH, Cm. Sedangkan pemasok yaitu AG, MG dan DM warga Kecamatan Tebet, Kota Jakarta Selatan. (yul/rie)
Hasil penangkapan di Bogor
- Polisi temukan dua karung yang diduga borax
- Pelaku memasarkan hampir tiga tahun
- Pemilik melakukan pemasaran ke sejumlah pasar yaitu pasar Cigudeg, Jasinga dan Leuwiliang.
Bahaya Borax
- Borax merupakan bahan beracun bagi manusia, ia bisa diserap oleh tubuh dan disimpan secara kumulatif dalam hati, otak, usus, atau testis yang berdampak dosisnya dalam tubuh semakin lama semakin tinggi. Bila konsumsi secara terus menerus bahaya borax bagi kesehatan adalah dapat menyebabkan kanker.
- Borax memiliki efek racun berbahaya yang dapat mengganggu sistem metabolisme dalam tubuh. Namun, bahan ini memiliki tingkat efek keracunan yang berbeda. Yang pasti adalah bahaya boraks pada makanan bagi kesehatan sangat mematikan.
Sumber: wawancara dan diolah
