Menanggapi pengungkapan kasus pesta homoseksual di Jakarta, Zaini mengapresiasi hal itu. Dia menuturkan pengungkapan tersebut perlu mendapatkan dukungan agar pesta gay atau homoseksual tidak merembet ke kota-kota lain di Indonesia. ”Tentu terus berwaspada untuk melihat situasi, jangan sampai menjalar ke daerah-daerah,” tambah dia.
Sosiolog sekaligus Guru Besar FISIP Universitas Indonesia Paulus Wirutomo menuturkan LGBT, gay di antaranya, ada kalanya bawaan dari Tuhan. ’’Karena memang ada orang yang terlahir dengan kondisi seperti itu,’’ jelasnya. Selain itu ada orang yang menjadi LGBT karena kondisi lingkungan sekitarnya.
Terkait dengan pengungkapan kasus pesta seks komunita gay di Jakarta Utara, dia mengatakan upaya itu bukan berarti menghilangkan LGBT dari bumi Indonesia. Sebab bagi dia, LGBT tidak bisa dihilangkan karena salah satu penyebabnya ada yang terlahir dengan kecenderungan seksualitas suka sama jenis.
Baca Juga:Miko Mall Gelar Donor Darah RutinKomunitas LSL Memangsa Pelajar
Nah, yang dilakukan polisi, menurut dia, adalah pemberantasan pesta seksnya. Menurut Paulus, pesta seks apakah itu oleh komunitas penyuka sesama jenis maupun lawan jenis, pasti akan ditindak oleh polisi.
Dia mengatakan penindakan polisi atas kasus pesta seks komunitas gay tidak bisa dimaknai sebagai upaya diskriminasi kelompok LGBT. ’’Ini murni penegakan hukum terhadap suatu pelanggaran pidana,’’ pungkasnya.
Guru besar sosiologi pendidikan dan Dekan FISIK UIN Sunan Ampel Surabaya Akh. Muzakki mengatakan fenomena pesta seks LGBT sebelumnya terungkap di Surabaya. Kemudian sekarang di Jakarta. Baginya ini merupakan buah dari masuknya Indonesia adalah global village atau desa dunia.
’’Apa yang belum ada di Indonesia tetapi dilakukan di negara lain (pesta seks, Red) dengan cepat di dapat informasinya oleh masyarakat Indonesia,’’ tuturnya.
Psikolog Forensik Kasandra Putranto mengatakan fenomena LGBT bisa diawali dengan minimnya unsur pengamanan dan keselamatan anak. Serta masalah tumbuh kembang anak yang mengabaikan kualitas fisik, sosial, emosional, dan spriritual anak. Sehingga anak mudah terjebak dalam kegiatan negative, berupa pengalaman seksual dini. Dia mengakui bahwa penyebab seseorang menjadi LGBT bisa karena genetis maupun lingkungan. ’’Penanganan yang paling efektif adalah dari keluarga. Orangtua,’’ tuturnya.
