”Vaksin bisa menyediakan kekebalan lebih bagus dari kekebalan alamiah. Terserang penyakit campak, misalnya, memang akan membuat kebal alami. Namun, kalau polio? Apa harus lumpuh dulu baru kebal?” jelasnya.
Selain bermanfaat bagi tubuh anak, imunisasi bisa mencegah adanya kejadian luar biasa (KLB) suatu penyakit. ”Para orang tua tak perlu ragu soal keamanan dan efektivitas vaksin. Banyak studi ilmiah yang sudah menunjukkan bahwa vaksin aman,” ujarnya.
Senada dengan Piprim, dr Kenny Peetosutan dari Unicef menyatakan hal yang sama. Dia menuturkan bahwa imunisasi sejatinya tidak sekadar memberikan perlindungan sesaat untuk anak-anak. Lebih dari itu, imunisasi merupakan investasi masa depan bagi anak. Dengan imunisasi, anak akan terhindar dari penyakit serta infeksi berbahaya. Dengan begitu, mereka bisa beraktivitas, bermain, dan belajar tanpa terganggu masalah kesehatan.
Baca Juga:Terapkan Program PPDB BaruBPJS Ketenagakerjaan Dorong Pendidik Non PNS Dapatkan Pensiun
Saking pentingnya imunisasi, bahkan ada ancaman hukum bagi yang menghalangi. Itu tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Imunisasi. Disebutkan, orang tua dapat dianggap melakukan tindakan kriminal dan dituntut di pengadilan jika tidak memberikan imunisasi kepada anaknya.
Untuk mendukung suksesnya program imunisasi itu, pemerintah mengeluarkan skema imunisasi dari Kementerian Kesehatan. Yakni, program pengembangan imunisasi (PPI). Imunisasi PPI itu disebut imunisasi wajib, terdiri atas vaksin BCG, polio tetes minum (polio oral), DPT, hepatitis B, dan campak. Imunisasi wajib tersebut disubsidi pemerintah Indonesia.
Selain lima imunisasi wajib yang sudah dicanangkan, pemerintah akan menjadikan rubela (campak jerman) sebagai imunisasi wajib lainnya mulai Agustus tahun ini. Meski, rubela sebenarnya bukan imunisasi baru. Vaksin rubela sudah ditemukan di banyak rumah sakit swasta.
”Karena hanya di swasta, yang bisa mendapatkannya hanya ibu-ibu yang punya akses ke sana. Buat orang miskin yang tidak punya akses bagaimana,” jelas Kenny.
Kenny menjelaskan, nanti vaksin rubela yang diberikan berupa vaksin combo dengan campak. Yakni, vaksin MR (measles-rubella). Vaksin itu ditujukan kepada 70 juta anak berusia 9 bulan hingga 14 tahun. Targetnya, pada 2020, Indonesia bisa menyapu bersih virus rubela.
Selain MR, ada beberapa vaksin lain yang akan masuk program prioritas pemerintah. Yakni, HPV (human papillomavirus) untuk mencegah kanker serviks, pneumonia, dan JE (japanese encephalitis) yang mengakibatkan peradangan pada otak (encephalitis).
