Karena hal itu lah, Pemerintah Daerah Sumedang kini, jangan hanya pasrah pada keadaan nasib, melainkan harus bangkit dan sedikit berpikir “cerdas” bagaimana mendapatkan penghasilan asli daerah untuk kemakmurkan masyarakat.
Pengembangan PLTA hulu sungai Cimanuk yang berada di kawasan Desa Cipasang, Kecamatan Cibugel menjadi salahsatu solusi untuk mendapatkan PAD bagi kabupaten Sumedang. Dengan catatan pemkab Sumedang harus memiliki saham didalamnya. ”Sebagiknya perusahaan daerah (BUMD) segera memiliki saham atau penyertaan modal daripada investasi proyek ini sharing dengan pihak perusahaan asing atau swasta,” tambahnya.
Lanjutnya, seharusnya DPRD segera menyetujui untuk membuat penganggaran dalam penyertaan modal BUMD tersebut, setidaknya dianggarkan untuk sekitar Tiga tahun anggaran (selama construction period). ”Dengan demikian nantinya BUMD Sumedang akan memiliki pembangkit tersebut, sesuai portion-nya. Bila BUMD Sumedang memilki sekitar 10 persen saja, maka akan memiliki 10 persen x 50 MW=5 MW. Nantinya Pendapatan setiap tahunnya sekitar 5MWx5 Miliar/tahun= Rp. 25 MW/tahun, yang akan masuk menjadi PAD Sumedang, PAD mana sekarang yang bisa mendapatkan sebesar itu?” tantangnya.
Tak hanya soal PAD, dia pun menginginkan pengelolanya merupakan putra putri Sumedang, karena itulah Surahman tergerak untuk melakukan kerjsama membuka jurusan baru. ”Makanya sudah saatnya SMK-SMK di Kabupaten Sumedang membuka jurusan baru dengan spesifikasi hydro mechanical dan electrical. Dan kita mendapat sambutan luar biasa dari SMK Negeri Situraja untuk membuka jurusan tersebut,” terang dia. (ign)
Segera, SMKN 1 Situraja Buka Jurusan Listrik
