Salah seorang penjual bawang putih di Pasar Atas Barokah, Nana, 44, mengatakan, kenaikan harga bawang ini sudah terjadi sejak tiga hari yang lalu. Namun pasokan tetap stabil. Selain itu, masyarakat pun tetap membeli karena bawang merupakan salah satu bahan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat.
”Biasanya memang kalau mau puasa sama lebaran suka ada harga yang naik, tapi mudah-mudahan tidak naik terus harganya,” ungkapnya.
Kenaikan harga bawang ini, kata dia, biasanya dari petani. Sebab, saat ini cuaca kurang bersahabat. Artinya, petani menambah keperluan perawatan untuk menjaga agar kualitas bawang tetap terjaga.
Baca Juga:Dorong Pelayanan Publik melalui Perda2.000 Buruh Sambut May Day
”Jadi, para petani bisa tetap menjual barang dengan kualitas yang bagus,” tuturnya.
Di tempat yang sama, pedagang daging ayam, Enung, 39, mengaku, naiknya harga daging ayam di Pasar Atas Barokah sudah sepekan lalu. Kenaikan berlangsung bertahap.
”Alhamdulilah masih ada yang beli, dan stok juga kami masih banyak,” pungkasnya.
Sementara itu, komoditas lainnya yang ikut naik adalah jengkol, dari asalnya Rp 30 ribu per kilogram naik menjadi Rp 40 ribu per kilogram.
Sementara itu, kenaikan dua harga bahan pokok, yakni daging ayam dan bawang putih membuat Polri langsung bersikap. Korps Bhayangkara akan meneliti rantai distribusi kedua bahan pokok tersebut. Bila ditemukan kejanggalan, maka dapat dipastikan jeratan hukum menanti pelaku penyimpangan.
Kadivhumas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengungkapkan, rantai distribusi bahan pokok, dari petani hingga distributor dan penjual eceran akan diteliti prosesnya. Akan dilihat apakah semua telah melakukan proses distribusi dengan benar atau tidak. ”Kami kerjasama dengan Bulog untuk memastikannya,” paparnya.
Memang jelang bulan puasa ini merupakan waktu yang rawan permainan dari para spekulan. Mereka dengan sengaja ingin merugikan masyarakat. ”Kami pasti ketahui kalau ada yang tidak beres,” tuturnya.
Baca Juga:Relokasi PKL Terkendala Lahan SempitKPw BI Jabar Dorong Minat Baca Masyarakat
Menurutnya, ada kemungkinan penimbunan dilakukan untuk bisa meningkatkan harga dua bahan pokok tersebut. Sehingga, dengan kelangkaan barang, maka harga secara otomatis naik. ”Tidak boleh ada penimbunan-penimbunan,” tegasnya.
Saat ini telah ada Satgas Terpadu antara Polri dengan Kementerian Perdagangan. Dengan satgas itu tentu akan langsung dilakukan langkah-langkah merespon kenaikan harga tersebut.
