Tujuh Bangunan Roboh ke Kali Cikapundung

Tujuh Bangunan Roboh ke Kali Cikapundung
AMRI RACHMAN DZULFIKRI/BANDUNG EKSPRES
LIHAT KONDISI: Warga melihat kondisi bangunan rumah yang ambruk akibat aliran sungai di bantaran sungai Cikapundung Kolot RT 04/05 Karees Kulon, Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Rabu (1/3). Pada peristiwa yang terjadi Selasa (28/2) petang itu menghancurkan dua buah rumah dan satu bangunan serbaguna.
0 Komentar

bandungekspres.co.id, LENGKONG – Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial meninjau lokasi longsor anak kali Cikapundung di RW 05, Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung kemarin (1/3). Longsor tersebut mengakibatkan sedikitnya tujuh bangunan di bantaran kali tersebut roboh.

Oded mengatakan, bencana di lokasi ini harus segera diselesaikan. Untuk sementara, korban yang terdampak akan diungsikan ke rumah kos-kosan, Selanjutnya akan dievakuasi apabila kembali terjadi hal di luar kendali.

”Ada tujuh bangunan terdampak akibat bencana longsor. Di antaranya ada juga bangunan milik warga dan satu bangunan serbaguna,” kata Oded kemarin.

Baca Juga:Janji Bawa Seniman SkotlandiaMRT Jakarta Kepincut Len Industri

Oded mengungkapkan, korban diharapkan mau dipindahkan ke rusun. Ini dilakukan supaya mereka bisa keluar dari situasi dan kondisi memprihatinkan ini. Menurutnya, kepada masyarakat yang tinggal di atas bantaran sungai, agar selalu waspada di tengah cuaca hujan seperti ini. Dia menilai, suatu waktu dapat mengancam keselamatan jiwa.

”Kita sedang mengumpulkan data warga yang hidup di atas bantaran sungai agar bisa dipindah ke rusun. Tetapi kita prioritaskan untuk mereka yang lama, seperti warga Baksil sudah ke Rusun Sadang Serang,” jelas Oded.

Bencana yang terjadi pada sore hari itu, dikatakan Ketua RT 4 Suherman, terjadi setelah Kota Bandung diguyur hujan lebat. Tak lama kemudian, bangunan belakang serbaguna mulai roboh.

”Ambruknya pas hujan selesai. Awalnya dari rumah pak Nana, lalu merembet ke kantor serbaguna,” kata Suherman.

Dalam bencana tersebut, dituturkan dia ada 10 jiwa yang menjadi korban. Sementara waktu, mereka diungsikan ke rumah kos-kosan yang lokasinya tak begitu jauh dari titik longsor. Gedung serbaguna telah berdiri selama 10 tahun. ”Gedung ini untuk mengajar anak-anak PAUD,” ucapnya.

Nana Suryana, salah seorang korban longsor mengaku, rumahnya ambruk ke sungai saat sedang tidak ada di dalam rumah.

”Sebelum ambruk. Tembok retak sekitar lima centimeter, lalu air masuk dan bangunan mulai ambruk,” pungkasnya.  (dn)

0 Komentar