Tenaga Kerja Perlu Fasilitas Kesehatan Khusus

Tenaga Kerja Perlu Fasilitas Kesehatan Khusus
BARSALAMAN: Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (paling kanan) usai Pembahasan Peningkatan Kapasitas RSUD di 3 Wilayah di Jabar
0 Komentar

bandungekspres.co.id, BANDUNG – Banyaknya jumlah tenaga kerja di Jawa Barat (Jabar) menuntut pemerintah daerah baik di kabupaten,kota maupun provinsi untuk memberikan fasilitas kesehatan bagi para pekerja.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Yominus Untung mengatakan, fasilitas kesehatan bagi tenaga kerja saat ini sangat dibutuhkan. Sebab selama ini tenaga kerja yang mengalami ganguan kesehatan selalu dirujuk ke rumah sakit umum yang ada di daerah tersebut.

Dirinya mengusulkan, kawasan Bandung Timur yang banyak terdapat tenaga kerja perlu dibangun rumah sakit yang representatif khusus tenaga kerja. Sebab Balai Kesehatan Kerja Masyarakat (BKKM) kondisinya kurang optimal, sehingga harus kapasitasnya ditingkatkan menjadi rumah sakit daerah.

Baca Juga:Lihat Progres Kemajuan Pembangunan JabarPantau Absensi Anak via HP

”Pemprov Jabar harus memperhatikan ini. Dan dewan khususnya komisi V akan selalu mendorongnya,” jelas Untung ketika ditemui di Gedung DPRD kemarin (27/2).

Untung menilai selama ini, hak kesehatan bagi pekerja didapat dari fasilitas perusahaan mereka bekerja. Namun kondisi ini hanya menangani penyakit ringan saja.

Sementara itu, Ketua Komisi V Syamsyul Bachri menyambut baik rencana BKKM menjadi rumas sakit ketenagakerjaan sebab untuk wilayah Bandung Timur ini banyak puluhan tengakerja yang bekerja di industri.

Kendati begitu, perubahan BKKM menjadi rumah sakit ini ternyata dibutuhkan penambahan lahan agar nantinya rumah sakit ini bisa menjadi rumah sakit Tipe B

”Areanya harus cukup luas, sehingga bisa menampung 200 tempat tidur pasien,” jelas dia.

Dirinya menyebutkan, untuk melakukan perluasan ini dibutuhkan anggaran sebesar Rp 57,6 miliar untuk membangun gedung. Sedangkan untuk fasilitas medis dibutuhkan anggaran Rp 36 miliar.

Anggota Komisi V lainnya Ikhwan Fauzi mengapresiasi pendirian rumah sakit kenegakerjaan ini, terlebih lokasi yang strategis sebagai daerah industri.

Baca Juga:Telan Anggaran Rp 200 Miliar, Pemkot Bandung Bangun RSKIA BaruKawal Sertifikasi Pesawat N219

”Rumah sakit ini juga akan menjadi rumah sakit ketenagakerjaan yang pertama ada di Indonesia,” kata dia.

Ikhwan berharap nantinya pekerja yang memanfaatkan layanan kesehatan di rumah sakit ini bisa menggunakan fasilitas BPJS sehingga penggunaan kartu tersebut bisa lebih optimal

”Pekerja yang sakit harus masuk rumah sakit ini, manfaatkan saja dana nganggur yang ada di BPJS,” kata Ikhwan.

0 Komentar