Lima Sungai di Cimahi Tercemar Limbah

bandungekspres.co.id, CIMAHI  –  Lima sungai di Kota Cimahi, kondisinya kini memprihatinkan. Kelimanya sudah tercemar limbah industry yang akan berpengaruh pada ketersediaan air baku.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Cimahi Benny Bachtiar mengatakan, seperti halnya yang terjadi di tempat lain, sungai yang ada di Kota Cimahi pun kondisinya semakin memprihatinkan.  Dari lima sungai yang ada, sebut dia hampir semua sudah tercemar oleh limbah.  ”Sungai yang terkena limbah tersebut akan mengakibatkan kurang baik untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. Kondisi air permukaan ini memang mutunya kurang baik di Kota Cimahi,” ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Cimahi Benny Bachtiar, pada Cimahi Ekspres, kemarin (22/2).

Data di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi menunjukan COD (Chemical Oxygen Demand, Red) 94,91 persen limbah sungai Cimahi dihasilkan dari industri dan 4,81 persen dari limbah domestik. Sedangkan untuk Sungai Cisangkan 91,59 persen limbah berasal dari industri, 8,25 persen dari limbah domestik.

Selanjutnya sungai Cibabat 68,89 persen limbah dari industri, 30,97 persen dari domestik. Sungai Cibaligo 65,78 persen limbah domestik, 31,45 persen dari limbah domestik, dan Sungai Cibeureum 79,29 persen sungai berasal dari limbah domsetik dan 19,67 persen dari industri.

Sedangkan berdasarkan paramater BOD (Biological Oxygen Demand, Red.) untuk beban sungai Cimahi 66,52 persen berasal dari industri 32,96 persen dari limbah domestik. Sungai Cisangkan 63,40 persen berasal dari industri, 35,94 persen dari limbah domestik.

Sementara untuk sungai Cibabat dari limbah industri 69,98 persen dari limbah domestik 30 persen, Sungai Cibaligo 73,12 persen dari dometik, 24,22 persen dari indutsri, dan sungai Cibeureum 84,18 persen dari domestik, 13,56 persen dari industri.

”Data tersebut berdasarkan hasil kajian tahun 2016 yang tuntas bulan desember. Kurang lebih enam bulan. Hasil kajian daya tampung itu semuanya tecemar, dominasinya limbah industri, ada yang limbah domestik, intinya tercemar,” ujar Sekretaris DLH Kota Cimahi, Ade Ruhiyat, kemarin.

Untuk mengurangi pencemaran limbah ke sungai tersebut, Pemerintah Kota Cimahi melalui DLH bersama sejumlah mahasiswa menggelar Forum Discusion Group (FGD) untuk membahas permasalahan yang dialami dalam pencemaran sungai oleh limbah tersebut, dengan tema Sungaiku, Kota Cimahi Darurat Limbah.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan