Jabar Belum Dapat Pengaduan

Jabar Belum Dapat Pengaduan
ERIEK TAOPIK/JABAR EKSPRES
SOSIALISASI: Manager Niaga OLN Jawa Barat Marjon Sinaga saat menjelaskan penarikan subsidi tarif listrik 900VA RTM, kemarin (26/1).
0 Komentar

Di bagian lain, megaproyek listrik 35.000 megawatt dipastikan molor dari target awal 2019. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyatakan, molornya program tersebut disebabkan lesunya pertumbuhan ekonomi saat ini.

Menurut Jonan, target megaproyek itu didasarkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 8 persen per tahun. ”Tapi, faktanya pertumbuhan kurang lebih 5 persen. Tahun ini pemerintah memprediksikan 5,2 persen,” ujarnya di Graha CIMB Niaga, Jakarta, kemarin. Untuk diketahui, tidak ada satupun lembaga keuangan yang membuat target ambisius pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Meski meleset, pemerintah tetap akan membangun sejumlah pembangkit untuk menambah kapasitas kelistrikan dalam program 35.000 megawatt. Hanya, tenggat waktu realisasi program tersebut diperpanjang.

Baca Juga:API Tuding Ada Diskriminasi, Penanganan Kasus Hukum Habib RizieqPolres Cimahi Tangkap Pemilik Tembakau Gorila

Jonan menjelaskan, dalam hitung-hitungan pemerintah, hingga akhir 2019 kebutuhan listrik nasional mencapai 70.000 megawatt. Kini angka kapasitas listrik terpasang Indonesia mencapai 55.000 megawatt. (dee/c15/sof/rie)

0 Komentar