Raup Keungtungan hingga Rp 2 Juta

Raup Keungtungan hingga Rp 2 Juta
FAJRI ACHMAD NF / BANDUNG EKSPRES
MANFAATKAN MOMENTUM: Perajin membuat terompet yang siap dipasarkan Tahun Baru di kediamannya di Gang Suhari, Jalan Ciumbuleuit, Kota Bandung, Senin (26/12).
0 Komentar

bandungekspres.co.id, SUMUR BANDUNG – Menjelang Tahun Baru 2017, pernak pernik seperti terompet mulai dijajakan di hampir seluruh titik keramaian di Kota Bandung. Salah satunya, para pedagang terompet di sekitar Alun-alun Kota Bandung dan beberapa pusat keramaian lainnya.

Salah satu pedagang di sekitar Bandung Elektronik Center (BEC) Jalan Purnawarman Kota Bandung, Rahmat, 48, mengatakan, setiap menjelang Natal dan Tahun Baru, ia bersama anak-anaknya selalu berjualan terompet. Menurutnya, tradisi jualan terompet ini sudah ditekuninya sejak 15 tahun lalu.

”Saya, kalau hari-hari biasa ikut kerja bangunan bareng tetangga. Kalau jualan terompet biasanya menjelang dua hari sebelum Natal sampai pas malam Tahun Baru,” kata Rahmat kepada Bandung Ekspres kemarin (26/12).

Baca Juga:Zola Rela Dipinjamkan PersibDjanur Tak Berminat Datangkan Andik

Rahmat mengungkapkan, dirinya lebih memilih berjualan terompet setiap menjelang Tahun Baru karena hasilnya lumayan besar. Bahkan, bisa mengantongi keuntungan Rp 1 juta hingga Rp 2 juta selama berjualan 10 hari. Menurutnya, harga terompet yang dijualnya bervareasi. Seperti terompet karton seharga Rp 10 ribu, terompet pompa Rp 30 ribu, terompet tanduk Rp 25 ribu dan terompet naga Rp 40 ribu.

”Harga tersebut biasanya bisa bertahan sampai sore sebelum Tahun Baru. Kalau sudah Magrib pasti diobral harganya daripada nggak laku,” jelas Rahmat.

Lebih lanjut Rahmat menegaskan, terompet yang dijualnya ini biasanya dibikin sendiri bersama anak dan istrinya. Sebab, kalau mengambil barang dagangan dari orang lain otomatis keuntungan tidak akan sebesar hasil dari modal sendiri. Bahkan, keuntungannya bisa mencapai 2-3 kali lipat ketimbang mengambil barang dari orang lain. Dia pun berharap, jualan terompet tahun ini lebih laku dari tahun sebelumnya.

”Mudah-mudahan, cuacanya mendukung biar jualannya lebih laku. Soalnya kalau hujan pasti sangat berpengaruh. Selain sepi juga terompet bisa rusak,” pungkasnya. (dn/fik)

0 Komentar