Hal yang sama terjadi di Sekretariat DPD Partai Keadailan Sehjahtera (PKS) Kota Cimahi Jalan Kamarung, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara. Di Sekretariat DPD PKS tak satupun pengurus DPD yang tampak. Di sekretariat DPD PKS hanya ada satu orang kader PKS yang sedang menunggu kantor.
”Sejak tadi malam, para pengurus berangkat ke Jakarta,” kata Nur Hamdi, salah seorang kader PKS kepada Jabar Ekspres, kemarin (2/12).
Dikatakannya, pengurus DPD PKS berangkat ke Jakarta Kamis malam untuk ikut dalam aksi demo damai 212 di Lapangan Monas Jakarta. ”Tadinya rombongan akan pergi menggunakan bus, tetapi tak jadi mereka menggunakan beberapa mobil pribadi,” paparnya.
Baca Juga:Atty Terima Suap Rp 6 MMemburu Kemenangan Tandang
Sementara itu, di sekretariat DPD Partai Golkar Kota Cimahi beberapa orang pengurus sedang berkumpul untuk menggelar rapat menyikapi kasus yang menyeret Atty Suharti. Seorang pengurus DPD Golkar lagsung meminta pesawat televisi yang sedang ditonton untuk dimatikan. ”Tadinya saya sedang nonton liputan aksi damai 2 Desember di Jakarta, tiba-tiba di running text ada tulisan KPK Tangkap Wali Kota Cimahi nonaktif Atty Suharti, TV yang sedang saya tonton langsung saya matikan,” ungkap pengurus DPD Golkar yang enggan namanya dikorankan.
Sementara itu, Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi langsung menonaktifkan Itoc Tochija sebagai Ketua DPD Golkar Kota Cimahi. Langkah itu, diambil Golkar agar berbagai agenda Golkar di Kota Cimahi tetap bisa berjalan termasuk untuk melanjutkan keikutsertaan mereka dalam pilkada 2017.
”Saya sudah menetapkan Pak Ali Hasan sebagai Plt Ketua Golkar Cimahi,” kata Dedi, kemarin (2/12).
Dedi mengatakan, Ali Hasan akan mengambil langkah-langkah lanjutan terkait kiprah Atty di pilkada Kota Cimahi. Sekaligus untuk mengamankan internal Partai Golkar Cimahi. ”Saya percayakan ke Ali Hasan,” singkatnya.
Dihubungi terpisah, Ali Hasan mengatakan, pihaknya akan segera menggelar pertemuan internal dengan pengurus dan kader Golkar Cimahi dalam waktu dekat. ”Nanti Senin kita akan rapat konsolidasi internal. Besok (hari ini, Red) juga kami mau ke KPU untuk mempertanyakan kelanjutkan pilkada terkait penangkapan Atty,” jelasnya. (nit/bun/yan/rie)
