Pasar Butuh Kepastian, 80 Persen Inovasi Wirausaha Tak Terserap

Pasar Butuh Kepastian, 80 Persen Inovasi Wirausaha Tak Terserap
ANTARA FOTO/ANDREAS FITRI ATMOKO/KOZ/AMA/13
BUTUH STABILI: Seorang perajin menyelesaikan proses pembuatan biola di Madani Hand Made Violin, Japan, Dawe, Kudus, Jateng, beberapa waktu lalu. Saat ini Kementerian Perdagangan terus menginventarisasi kebutuhan UMKM guna mendorong pertumbuhannya. Namun, sebesar 80 persen dari inovasi yang ada tidak terserap konsumen.
0 Komentar

Program WMM 2016 ini lembaga perbankan BUMN tersebut mengincar wirausaha muda di bidang pemanfaatan teknologi untuk layanan keuangan atau fintech. Para wirausaha muda kategori ini berkesempatan memperoleh program pembinaan serta dukungan pembiayaan untuk pengembangan bisnis melalui Mandiri Capital Indonesia (MCI). Adapun bidang usahanya yakni wirausaha industri perdagangan dan jasa, wirausaha kreatif, wirausaha boga, serta wirausaha sosial.

Sementara itu, pengamat ekonomi Universitas Pasundan (Unpas) Acuviarta Kartabi menyebutkan Kota Bandung ini termasuk daerah tertinggi pertumbuhan jumlah unit usaha. Selama satu dekade, pertumbuhan Kota Kembang ini terhitung nomor dua terbesar se-Jabar. Namun, dia mengritisi lembaga perbankan terkait sulitnya akses permodalan para startup bisnis.

”Di perbankan itu tidak ada SOP (standard operating procedure) untuk startup. Para wirausahawan baru ini dipandang sebagai usaha yang berisiko tinggi. Perbankan cenderung tidak bisa mengucurkan kredit permodalan usaha para startup,” ucapnya seraya menyebutkan Bandung merupakan daerah tertinggi se-Jabar terkait jumlah alokasi kredit usaha sebesar 42 persen. (dni/rls/rie)

0 Komentar