Herman menyampaikan, acara yang digelar sampai tanggal 27 Oktober 2016 ini diisi dengan bertanya langsung. Artinya, dapat menghemat biaya lain yang tidak perlu. Seperti kunjungan kerja ke daerah bagi kabupaten kota. Sebab di event ini terdapat 40 inovasi yang dipamerkan. Salah satu contoh inovasi yang dikembangkan adalah Instagram (Instalasi Gawat Darurat Modern) yang dikembangkan salah satu rumah sakit di KabupatenTulungagung.
Selain itu, tambah dia, inovasi lainnya yang dikembangkan oleh kepolisian seperti Panic Button banyak dikembangkan oleh daerah. Seperti di Malang, Kota Bandung. Bahkan, di Jember ada inovasi yang namanya Jempol (Jember Polis Online). ’’Jadi lihat saja di sini. Tinggal lihat. Amati dan modifikasi. Tidak usah melakukan study banding lagi, yang hanya memboroskan anggaran negara,’’ ungkap dia. (yan/hen)
