Gerakan tersebut disosialisasikan para kader APPI hingga ke tingkat desa bekerja sama dengan tokoh masyarakat. Saat ini program itu ditujukan di 10 kota di dua provinsi, yaitu Sumatra Barat dan Jawa Barat. Di Jabar, kegiatan itu digelar di enam kota/kabupaten dengan kasus kematian ibu tertinggi, yaitu Kabupaten Bandung, Indramayu, Garut, Majalengka, Sukabumi, dan Kota Tasikmalaya.
Kepala Seksi Kemitraan Kesehatan pada Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Theresia Irawati mengungkapkan, peran serta masyarakat dibutuhkan untuk mengurangi resiko kematian ibu. Hal itu terutama untuk mencegah penyakit menular yang bisa menjangkiti ibu hamil dan melahirkan.
Secara global, dia menuturkan, tingginya kematian ibu dan anak di Indonesia menyebabkan target Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) pada 2015 tidak tercapai. Targetnya saat itu 102/100.000 kelahiran hidup. ”Kita upayakan agar angka kematian ibu saat melahirkan bisa berkurang terus setiap tahunnya,” pungkasnya. (drx/fik)
