Pemkot Jamin Anak Guru Tatang

Pemakaman Tatang korban Premanime
FAJRI ACHMAD NF / BANDUNG EKSPRES
BERDUKA MENDALAM: Istri almarhum Tatang Wiganda , Sarah Fatimah saat berada di rumah duka di Jalan Babakan H Tamim, Padasuka, Kota Bandung, kemarin (23/8). Tatang yang berprofesi sebagai guru olah raga di Yayasan Atika Sunda (YAS) meninggal dunia akibat tindak premanisme pada Senin (22/8) malam di kawasan Cicaheum. Polisi mengklaim insiden penusukan yang terjadi pada Tatang adalah kriminal murni, korban berseteru dengan empat orang preman.
0 Komentar

”Meskipun secara statistik laporan dari kepolisian kejahatan jalanan relatif jauh berkurang, tetapi kejadian yang fatal ini, sangat saya sesali,” ucapnya.

Wali kota juga meminta kepada aparat kewilayahan, camat dan kepolisian untuk meningkatkan patroli, khususnya di area-area yang mungkin rawan termasuk di area terminal.

Terkait peredaran miras di Kota Bandung, wali kota menyampaikan Pemkot Bandung dan dirinya secara pribadi sering turun langsung merazia tempat-tempat peredarannya. ”Siapapun dalam pengaruh alkohol akan melakukan tindakan yang tidak masuk akal termasuk tindakan kriminal,” tegas Emil.

Baca Juga:6 Pabrik Buang Limbah ke SungaiWarga Manggungharja Kembali Unjuk Rasa

Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, prihatin terkait peristiwa kekerasan terhadap guru.

Ketua Komisi D Achmad Nugraha mengatakan, insiden tersebut salah satunya buntut dari bebasnya peredaran minuman beralkohol.

”Bandung punya Perda minuman beralkohol, tetapi kok orang dapat dengan bebas minum-minuman beralkohol,” seru politikus PDI Perjuangan yang akrab disapa Amet ini usai melayat di rumah korban, kemarin (23/8).

Bukan rahasia umum, minol beredar di masyarakat. Pemkot dan masyarakat tahu juga. Maka, saya meminta  penertibatan penjualan minol yang bebas itu, ditindak lebih masif. ”Kalau masih ada berarti tidak ada keinginan membertantas minol,” sebut Amet.

Atas referensi itu, Amet meminta Satpol PP dan jajaran kepolisian, bertindak tegas bila melihat orang mabuk-mabuk di tempat umum. ”Tidak ada kompromi tangkap saja,” tegas Amet. (yul/edy/rie)

 

0 Komentar