Satpol PP Akan Paksa Relokasi

bandungekspres.co.id, PANGANDARAN – Sebagian pedagang di kawasan Boulevard Pangandaran mengaku kebingungan merelokasi kios mereka. Sebab, mereka tidak mengetahui kios mana yang harus ditempati.

Ika, 45, salah seorang pedagang mengatakan, dirinya sudah mengemasi barang-barang daganganya sejak tiga hari lalu. ”Saya dengar mau dibongkar sama petugas. Saya mah sudah siap pindah, barang-barang sudah saya kumpulkan,” ungkapnya kepada, kemarin (22/7).

Namun demikian, dirinya bingung karena Dinas Pariwisata Perindagkop dan UMKM Kabupaten Pangandaran tidak mendampinginya. ”Tidak ada petugas yang menunjukkan kepada saya mana kios yang harus saya tempati, jadi saya juga bingung,” ujarnya.

Dirinya juga mempertanyakan kios-kios tempat relokasi yang berada di taman skate park ternyata sudah penuh terisi oleh pedagang. Padahal menurut informasi yang didapatnya, kios tersebut diperuntukan bagi pedagang dari Boulevard.

”Katanya ada prioritas untuk kita, tapi begitu saya lihat kesana kok sudah penuh,” ungkapnya.

Salah seorang pedagang lainnya yang tidak mau disebutkan namanya mengaku takut pindah ke lokasi yang baru karena banyak intimidasi. ”Setiap kali pertemuan yang dibahas itu masalah kedaerahan, jadi yang bukan asli di sana dilarang, sementara saya memang bukan orang sini (Desa Pananjung), tapi masih satu kecamatan,” ungkapnya.

Dirinya berharap pemerintah daerah mendampingi saat relokasi dan memberikan jaminan keamananan kepada para pedagang yang mau direlokasi ke tempat yang baru.

Kepala Bidang Perdagangan Disparperindagkop dan UMKM Kabupaten Pangandaran Maman mengatakan, pada awalnya pihaknya memang memprioritaskan para pedagang di kawasan Boulevard.

”Rencananya bahkan mau di satu blokan. Namun para pedagangnya waktu itu menolak. Ketua kelompoknya mengatakan bahwa kelompoknya tidak akan pindah ke kios yang baru walau bagaimanapun juga,” ungkapnya.

Dirinya juga membantah jika kios di taman skate park sudah penuh. Berdasarkan hasil pendataan terakhir 21 Juli, kata dia, ada 28 kios yang masih kosong.

”Jumlah pedagang di Buolevard itu semuanya ada 32 pedagang, terakhir pertemuan dengan kita tiga orang menyatakan tidak akan ke kios baru tapi akan pindah ke sebelah timur boulevard. Tinggal satu orang yang belum kebagian kios baru, kemungkinan nanti juga ada yang pindah lagi,” turunya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan