Korban Terus Bertambah, Kerugian Tembus Rp 867 Juta

Korban Terus Bertambah, Kerugian Tembus Rp 867 Juta
0 Komentar

”Kebanyakan uang tersebut buat anak sekolah, beli baju buat anak Lebaran, dan buat bayar utang pun ada. Harapan saya, ingin semuanya selesai,” tuturnya.

”Saya saya tidak tau apa-apa. Saya ingin Eni bertanggung jawab, karena dia yang menerima uang dari saya,” tambahnya.

Kapolsek Paseh  Akp Rizki Adisaputro SH, SIK mengatakan, nilai kerugian yang diterima pada Senin (20/6) sebanyak Rp 867 juta. Dia menegaskan, dari beberapa wilayah dan pengepul, masih ada yang belum melaporkan.

Baca Juga:Siapkan Rp 10,7 Triliun UPK, BI Jabar Gagas Gerakan GepukMenembak Jabar Pecahkan Rekor Nasional

”Semakin bertambah korbannya, namun dari wilayah Rancaekek dan beberapa wilayah lainnya belum melaporkan kepada kami dan tidak menutup kemungkinan korban akan terus bertambah, karena setiap hari terus menerus ada pelapor,” kata Kapolsek.

Modus pelaku kepada para korban, lanjut Rizki, JJ menyelenggarakan tabungan paket Lebaran, dengan iming-iming akan ada bonus sembako, yang sudah tertera. Kemudian dengan ketertarikan itu sehingga masyarakat berbondong-bondong ikut paket uang Lebaran tersebut.

”Setelah mendekati lebaran ini, para korban tidak mendapatkan uang sedikit pun ataupun bonus yang sudah dijanjikan. Sehingga masyarakat geram. Kami turunkan semua elemen dari Polsek, untuk memberi pengertian kepada para korban,” ucapnya.

”Kami sudah sita kendaraan, aksesoris emas imitasi sebanyak 2,5 kilogram. Pelaku mengakui bahwa uang tersebut dipakai berbisnis asesoris itu,” ungkapnya.

Selain permasalahan paket Lebaran, kata Rizki, saat ini banyak korban dari aksesoris tersebut. Sebab, asesoris itu merupakan emas imitasi, sehingga mau dijual pun tidak laku. ”Alasan tersangka saat ini katanya bangkrut. Sehingga tidak bisa membayar kepada para konsumen,” katanya.

Sementara itu, tersangka penipuan paket lebaran, JJ mengatakan, dirinya tahun ini benar-benar nahas. Bisnis apapun semuanya hancur. Seperti bisnis jual beli beras hingga emas imitasi.

”Uang tersebut dipakai jual beli, bareng sama istri. Kami mengadakan paket Lebaran sudah 3 tahun, tetapi tahun ini bener-bener nahas,” urainya.

Baca Juga:Entry by Name PON Jabar 2016 Ditambah Tiga HariTunggakan Listrik Rp 45 Miliar

Dia mengakui, yang mengikuti paket hingga ribuan orang dari berbagai daerah  dan diperkirakan uang yang masuk mencapai Rp 1 miliar lebih. Dia mengaku, akan bertanggung jawab dan akan mengembalikan semua itu. ”Tapi saat ini waktunya sangat sangat mendesak. Uang habis, mau dibayar pakai apa?” pungkasnya. (yul/rie)

0 Komentar