bandungekspres.co.id, SUMEDANG – AS, 27, warga Dusun Ciayunan RT 01 RW 01, Desa Ciptasari, Kecamatan Pamulihan tewas akibat terkena bacokan di beberapa bagian tubuhnya. Korban tewas setelah terlibat pertikaian antara XTC dan Brigez Sabtu (18/6), sekitar pukul 20.30 di depan Kantor Kecamatan Pamulihan.
Kapolres Sumedang AKBP Agus Iman Rifai melalui Kapolsek Pamulihan, Iptu Wahidin Agusni menjelaskan, kejadian terjadi setelah sebelumnya, kelompok Brigez sedang kumpul di depan Kantor Kecamatan Pamulihan. Mereka kemudian dihampiri oleh dua orang Satpol PP yang sedang piket.
”Mereka bertanya sedang apa berkumpul di kecamatan. Kemudian kelompok Brigez ini menjawab mau membentuk kepengurusan baru,” tutur Wahidin, kemarin (19/6).
Baca Juga:Maksimalkan 3 Pemain CepatPrediksi Swiss vs Prancis: Sempurna!
Dia melanjutkan, kelompok Brigez ini diam di samping kantor kecamatan. Anggota Satpol PP, kata dia, masuk untuk meninjau situasi di dalam kantor kecamatan. ”Lalu, tidak lama kemudian kurang setengah jam datang kelompok XTC dan terjadi keributan,” katanya kepada Jabar Ekspres.
Pria yang akrab disapa Boy ini menerangkan, keributan tersebut menggunakan beberapa senjata tajam yang menyebabkan satu korban meninggal dunia. Kedua kelompok XTC dan kelompok Brigzes masing-masing ada korban pembacokan.
”Mereka yang terlibat ada empat orang, dua dari Brigez dan dua dari XTC. Adapun barang bukti yang berhasil kita amankan adalah 1 buah samurai, 1 buah keling, 1 buah rencong, satu buah double stick dan 1 buah golok,” paparnya.
Setelah pertikaian tersebut, Polsek Pamulihan langsung mengembangkan kasus tersebut. ”Alhamdulillah, dalam waktu 1 x 24 jam, kami bisa mengamankan pelaku tersebut atas nama Agung yang membacok korban dengan menggunakan rencong. Saat ini kami serahkan kasus ini ke Polres Sumedang untuk dilakukan penindakan lebih lanjut lagi,” ungkapnya. (bay/rie)
