bandungekspres.co.id, NGAMPRAH – Masyarakat Kabupaten Bandung Barat masih banyak yang belum menikmati listrik. Sehingga dibutuhkan bantuan dari pemerintah agar semua rumah warga teraliri listrik. Melalui program listrik masuk desa (lisdes) di Kabupaten Bandung Barat untuk tahun 2016 yang akan dilaksanakan di 67 desa. Anggaran yang digelontorkan mencapai sekitar Rp 3,5 miliar. ’’Proyek lisdes ini terbagi ke dalam 26 paket dengan alokasi anggaran Rp 1,5 juta per rumah dengan daya listrik 450 VA,” kata Kepala Bidang Pengelolaan ESDM Dinas Bina Marga, Sumberdaya Air, dan Pertambangan Kabupaten Bandung Barat Dani Prianto Hadi, di Ngamprah, kemarin.
Disebutkannya, program lisdes ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Bantuan lisdes ini akan diberikan secara bergiliran setiap tahunnya. Untuk tahun ini, program lisdes antara lain di Desa Cirawamekar, Nyalindung, Sumur Bandung, dan Kertamukti di Kecamatan Cipatat. Di Kecamatan Padalarang terdapat tiga desa, yaitu Jayamekar, Kertamulya, dan Kertajaya.
Lisdes juga diarahkan kepada desa-desa yang berada di Kecamatan Saguling yaitu Cikande dan Jati. Kedua desa tersebut berada di daerah PLTA Saguling yang menjadi pemasok listrik untuk Jawa-Bali.
Baca Juga:Perizinan Jangan Sebatas FormalOkupansi Hotel Diprediksi Turun dengan Adanya Intruksi Presiden
”Setiap tahun kami menggulirkan program lisdes dengan sasaran penduduk miskin dan yang tinggal dipelosok pedesaan. Rata-rata sasarannya 2000 sampai 3000 kepala keluarga (KK) pertahun yang mendapat bantuan pemasangan listrik secara gratis,” kata Dani.
Semenjak Kabupaten Bandung Barat berdiri tahun 2007 sampai sekarang sudah lebih dari 20 ribu KK yang dibantu lisdes dari APBD. Setiap tahunnya anggaran lisdes naik, pada tahun 2014 sekitar Rp 2 miliar, dan tahun 2016 naik menjadi Rp 3,5 miliar. Berdasarkan data dari Dinas Bina Marga, Sumberdaya Air, dan Pertambangan Kabupaten Bandung Barat masih ada 112.481 KK warga atau sekitar 25 persen dari total 448.594 KK sampai sekarang belum menikmati manfaat listrik. Masih banyaknya warga yang belum berlistrik, menurut Dani, tidak semata-mata karena faktor ekonomi belaka tapi juga berkaitan dengan lokasi tempat tinggal yang berada di daerah pelosok. Sekalipun secara ekonomi mampu, tapi jika jaringan listriknya tidak ada maka tidak akan terlayani. ’’Posisi tempat tinggal juga berpengaruh. Sehingga memang harus dilakukan pemasangan listrik agar membantu masyarakat,’’ ungkapnya.
