bandungekspres..co.id, KUTAWARINGIN – Perbaikan jalan desa yang menghubungkan dua kabupaten, yakni Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung di Desa Cilame, terus dilakukan. Proyek pun dilakukan pada malam hari seiring dengan kebutuhan masyarakat. Kepala Desa Cilame Alo Sobirin menganggap perbaikan jalan terus dilaksanakan agar tak mengganggu roda perekonomian masayarakat di dua daerah perbatasan itu.
“Alhamdulillah kami bersama masyarakat terus melaksanakan kegiatan perbaikan jalan sebagai upaya desa berbenah. Kegiatan malam ini dilakukan sebagai upaya Desa Cilame untuk meningkatkan perekonomian masyarakat seiring dengan program bupati Bandung,” terang Alo kepada Soreang Ekspres, kemarin.
Dia menjelaskan, jalan desa yang diperbaiki sepanjang 500 meter dengan lebar 3 meter. Ke depannya jalan itu akan diperlebar hingga 4 meter. Dengan menggunakan stoomwals dan alat seadanya, kegiatan perbaikan jalan terus berjalan hingga tuntasnya Jalan Cinangsi, Desa Cilame, Kecataman Kutawaringin.
Baca Juga:Kepala Balai Tahura Dilempar KursiBBPOM Bandung Sidak Penjual Ta’jil
“Alhamdulillah dengan berjalannya perbaikan jalan ini setidaknya kami ada upaya untuk melakukan perbaikan secepat mungkin. Bulan puasa ini kami genjot perbaikannya hingga malam hari dengan maksud agar ibadah puasa tidak terganggu dan perbaikan jalan pun rampung,” akunya.
Sebelumnya, diberitakan hujan yang terus menerus membuat sejumlah lokasi kawasan jalan berbukit Desa Cilame, Kecamatan Kutawaringin, longsor. Jalan desa yang rusak itu kini menambah deretan desa yang memiliki jalan dengan kualitas memprihatinkan.
Namun demikian, jalan penghubung Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat itu akhirnya diperbaiki oleh masyarakat secara patungan. “Dari pada mengganggu ekonomi masyarakat, maka kami lebih baik bergotong royong sabilulungan memerbaiki jalan desa ini. Padahal jalan ini rusak berat dan longsor memerparah jalan ini sejak tahun 2014 silam. Kami akui jalan ini sudah lama tidak diperbaiki oleh Dinas Bina Marga. Meski demikian kami mencoba melakukan upaya membereskan jalan yang longsor itu dengan cara dibiayai bersama oleh uang masyarakat, papatungan,” terang Alo.
Dia mengatakan, longsor yang memutuskan akses penghubung dua kabupaten itu akan sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Bahkan gara-gara jalan longsor itu berimbas pada minimnya penghasilan masyarakat. Karenanya, Pemerintahan Desa Cilame bahu membahu bersama warga sekitar memerbaiki jalan yang tergerus terdampak longsor.
