Sementara itu, menurut Kabid Angkutan Umum dan TMB Dishub Kota Bandung Yan Heryana, jika tuntutannya hanya pada Bus Sekolah, pihaknya sangat menyayangkannya. ”Bus Sekolah hanya tiga kali melintas, yaitu pada pukul 06.00 WIB, 11.00 WIB, dan 17.00 WIB,” katanya.
Dia menjelaskan, Bus Sekolah juga hanya beroperasi hanya pada Senin-Jumat saja. Bulan hanya itu, Bus Sekolah hanya bisa mengangkut sekitar 130 siswa. ”Para siswa terlihat senang berada di dalam Bus Sekolah. Bagaimana bisa tidak tepat sasaran?” ujar Yan.
Menurut dia, tujuan pemkot Bandung mengadakan Bus Sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Dia menegaskan, bukan untuk hal yang lainnya. Terkait bantuan untuk para sopir angkot, lanjut dia, untuk menerimanya harus berbadan hukum. ”Jadi angkot tersebut harus berbadan hukum jika ingin mendapatkan bantuan,” jelasnya.
Baca Juga:Prisia Nasution Dipersunting Aktor MalaysiaPengamanan Lebaran, PON dan Pilkada Menanti
Bahkan, ke depan pada pertengah Juni, Dishub Kota Bandung akan me-launching Jumat Angkot. Dia melanjutkan, hal itu sudah dipertimbangkan, tinggal dalam proses pengesahan satu langkah lagi.
”Pak wali juga sedang mempersiapkan itu, kami yang melakukan teknisnya. Tinggal tunggu waktu saja,” ungkapnya.
Di tempat berbeda, salah satu penumpang angkot, Tia, 26, seringkali merasa kecewa saat naik angkot. Menurut dia, sopir angkot seringkali ugal-ugalan dan terkadang menurunkan penumpang seenaknya. ”Kalau penumpang lagi sepi, saya sering diturunkan sembarangan. Dan angkot itu putar arah,” katanya.
Sementara itu, di tempat berbeda, menyikapi bergulirnya penolakan operasional Bus Sekolah gratis oleh para pengusaha dan pengemudi angkutan kota, terutama lima trayek yang melintas di Jalan Soekarno-Hatta, anggota Komisi C DPRD Kota Bandung Folmer Silalahi menyatakan, sulit mengukur kerugian para pelaku penolakan Bus sekolah itu.
Sebab, sebenarnya, Bus Sekolah diatur secara khusus, tidak mengikuti regulasi secara umum. ”Maka, ini yang perlu dikomunikasikan aturan khusus itu, ada atau memang kehadiran Bus Sekolah hanya coba-coba,” ujar politikus PDI Perjuangan tersebut.
Folmer menjelaskan, sepengetahuannya, sifat Bus Sekolah itu, hanya antar jemput saja. Selebihnya nggak melakukan aktivitas. Jadi keberadaannya, kalaupun mengambil penumpang angkot agak membingungkan. ”Kalau mengambil penumpang angkot yang mana,” serunya.
