Imas, 40, salah seorang korban keracunan, menjelaskan, sejak datang ke RSUD pada pukul 02.00, dirinya hanya diinfus, sementara sampai pukul 09.00 kondisinya tidak diperiksa lagi oleh perawat ataupun dokter. ”Tidak tahu kenapa, seperti dibiarkan saja. Inginnya kan diperiksa oleh dokter, ditentukan penanganannya terus dilihat apakah sudah baikan atau belum, bukannya dibiarkan,” kata dia.
Dari pantauan Cianjur Ekspres, sebanyak 21 pasien tersebut masih terlihat pucat setelah mengalami keracunan. Mereka ditempatkan di ujung lorong IGD, tepatnya di jalan menuju ruangan lain di RSUD Cianjur.
Sebagian anak terlihat berdiri sambil mengenakan infusan di tangannya. Bahkan seorang anak bernama Muhammad Soparudin, 7, mencabut sendiri selang dan jarum infusan lantaran tidak berfungsi. Infusan tersebut dibuang ke saluran air di dekat blankarnya. ”Karena tidak diperhatikan dan tidak dilayani, pasien jadi seperti ini,” kata orangtuanya.
Baca Juga:Deteksi Potensi Kekerasan, Bentuk Satgas Anak Tingkat RT/RWStabilkan Harga Jelang Lebaran, Mentan Bentuk Toko Tani
Salah seorang penjaga yang enggan menyebutkan namanya mengatakan para pasien ini rencananya akan dirawat sampai hari ini. (bay/rie)
