HKTI Harus Berdayakan Petani

HKTI
IGUN RUCHYAT/BANDUNG EKSPRES
PELANTIKAN: Ketua HKTI Kabupaten Bandung H Sofyan Nataprawira menyalami pengurus HKTI Jabar dalam prosesi pelantikkan pengurus HKTI di gedung Korpri Kamis (28/4).
0 Komentar

bandungekspres.co.id, SOREANG – Sebagai organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang pertanian, keberadaan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) harus dirasakan masyarakat petani. Karena pada hakikatnya, HKTI dibentuk untuk memperjuangkan segala aspirasi yang berkembang di kalangan petani.

”Saya juga mengharapkan HKTI harus mampu memberdayakan petani dalam meningkatkan keterampilannya. Sehingga kesejahteraan para petani bisa terwujud,” harap Bupati Bandung H. Dadang Mochamad Naser SH Sip MIpol dalam sambutannya usai menyaksikan pelantikan pengurus HKTI Kabupaten Bandung periode 2016-2021 di Gedung Korpri-Soreang kemarin (28/4).

Dalam kesempatan itu, Ir H. Sofian Nataprawira Mp kembali dilantik menjadi Ketua HKTI Kabupaten Bandung untuk periode lima tahun mendatang. Menurut Dadang Naser, masih banyak cara yang bisa dilakukan oleh HKTI dalam upayanya meningkatkan keterampilan para petani. Satu di antaranya, HKTI mengajak perguruan tinggi untuk melakukan penelitian tanaman unggulan yang bisa dikembangkan oleh petani yang sebagian besar berada di wilayah pedesaan.

Baca Juga:50 Warga Terjangkit DBDBPBD KBB Tetapkan Status Tanggap Darurat

”Karena tugas petani hanya menanam, bukan melakukan penelitian karena tugas ini merupakan garapan perguruan tinggi,” tegas Dadang Naser.

Dalam penilaian Dadang Naser, pola pertanian yang dikembangkan petani masih bersifat tradisional. Penanaman benih tanaman masih sangat tergantung terhadap cuaca. Padahal di negara lain yang sudah maju, penanaman bisa dilakukan setiap waktu karena ada rekayasa tekhnologi.

Dengan penggunaan teknologi yang mumpuni, produksi pertanian bisa ditingkatkan kendati hanya memanfaatkan lahan yang tidak begitu luas. Kondisi ini kata Dadang Naser harus segera disikapi oleh HKTI secara kelembagaan. ”Suka atau tidak suka, teknologi pertanian harus segera dikuasai oleh petani kita agar bisa meningkatkan produksinya,” ucapnya.

Sementara kepada para petani yang berada di kawasan perkebunan atau kehutanan, ia mengajak untuk turut peduli menanam tanaman keras yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Penanaman di lahan perkebunan atau kehutanan harus sama-sama menguntungkan kedua belah pihak disamping memberikan dampak positif terhadap lingkungan.

Menurut Dadang, pohon yang bernilai ekonomis tinggi bisa disertifikatkan, dan menjadi agunan pinjaman uang ke lembaga perbankan. Dadang Naser menjanjikan untuk memberikan suntikan modal kepada BPR Kertaraharja yang nota bene milik Pemkab Bandung untuk mengelola kredit pinjaman yang beragunan tanaman keras.

0 Komentar