oleh

Ada 40 Jembatan Sepanjang Citarum Yang Dikelola BBWS

Warga Sering Asal Sebut

bandungekspres.co.id – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Bandung hingga kini terus melakukan pengawasan dan pemeliharaan pada 40 jembatan di sepanjang sungai Citarum. Kendati, pengelolaan jembatan itu dipegang balai besar wilayah sungai (BBWS) provinsi Jawa Barat.
Irman Nurrochman, kepala seksi Perencanaan Jembatan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Bandung mengatakan, dari hulu hingga hilir sungai Citarum ada 40 jembatan. Angka tersebut terbagi atas jembatan gantung dan jembatan besar.
”Untuk jembatan yang berada di atas sungai Citarum, itu dikelola BBWS dan sisanya dilakukan oleh kita. Ada jembatan gantung ada juga jembatan besar di jalan raya,” terangnya kepada Soreang Ekspres (Bandung Ekspres Group) kemarin (18/3).
Dia mengatakan, ada keunikan tersendiri pada nama-nama jembatan yang di Kabupaten Bandung. Masyarakat di sekitar kerap tertukar menyebutkan nama jembatan tersebut. Misalnya nama jembatan yang disamakan dengan nama kampung. Contoh, di Dayeuhkolot.
Jembatan di Dayeuhkolot diresmikan dengan nama jembatan Cipuput pada 1952. Namun, hingga saat ini warga lebih mengenal jembatan tersebut dengan nama jembatan Cipurut.
”Entah kenapa, mungkin karena warga Sunda kerap keselip lidah antara p, f dan v. Tapi, ini kan p dan r, sampai sekarang disebut Cipurut,” urainya.
Dia mengatakan, belum lama ini jembatan Cipuput sempat roboh di pinggir. Untuk menjaga keamanan, pihak kecamatan pun sempat menetup satu jalur. ”Demi kemanan yang melintas. Lebih baik ditutup,” ucapnya sambil menambahkan, kini jembatan tersebut sudah diperbaiki dan bisa dilalui.
Nama yang salah lanjut Irman, juga terjadi pada nama sungai. Jembatan tertentu selalu diidentikkan dengan nama sungai Citarum. Padahal, jembatan itu tidak selalu berada di sungai Citarum.
Seperti yang terjadi di Cipuput tadi, sungai di di bawahnya bukan sungai Citarum melainkan sungai Cipuput. ”Makanya namanya jembatan Cipuput,” selorohnya.
Dari pihak pemerintahan sendiri, melengkapi spesifikasi dan melakukan penomoran di tiap jembatan. Misalnya di Jalan Raya Banjaran Soreang. Nama jembatannya Citaliktik, nomor jembatannya 3204.3.01022.26.1.01.
Semantara itu, Kepala Desa Gajah Mekar Kecamatan Kutawaringin Saepulloh mengatakan, jembatan gantung di Gajah Eretan kini sudah dapat difungsikan. Jembatan ini dianggap aman dan bisa dipergunakan masyarakat untuk dilalui manusia dan kendaraan roda dua setelah sebelumnya mengalami kerusakan.
”Jembatan ini sudah ada sejak sungai Citarum ini sangat berfungsi sebagai aliran sungai dan dimanfaatkan masyarakat untuk kepeluan sehari-hari.
”Sekarang meskipun sungainya tak lagi difungsikan untuk pengairan, namun jembatannya tetap berfungsi sebagai penyambung dua desa kampung yaitu Bojong–Gajah dan Gajah Eretan, Desa Gajah Mekar Kecamatan Kutawaringin,” pungkas Saepulloh. (gun/rie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga