oleh

Longsoran Tanah Tutup Akses Jalan‪

Terpisah, Kepala Desa Mukapayung Bayu Iswadi Saputra mengatakan, akses jalan menuju lokasi yang relatif sempit kurang dari 3 meter sulit dilalui kendaraan alat berat. Tadinya Dinas Bina Marga, Pengairan, dan Pertambangan Kabupaten Bandung Barat akan mengerahkan loader. ’’Lebar badan jalannya tak bisa dilalui loader, terutama kalau melakukan maneuver. Akhirnya dibatalkan rencana mendatangkan loader, rencananya besok (hari ini) akan diganti dengan menggunakan backhoe kecil,’’ kata Bayu.

Selain membuka akses jalan, warga secara swadaya membuat saluran air baru di atas bukit. Langkah ini untuk mencegah air mengalir ke titik longsor sehingga memicu terjadinya longsor susulan. ’’Pembuatan saluran air baru di atas bukit dengan buangan menjauh dari titik longsor,’’ ujarnya.

Longsor di bukit Kampung Ranca Peundeuy juga mengancam dua rumah milik Oon dan Odi. Halamannya sebagian terbawa longsor. Penghuni kedua rumah tersebut diminta mengungsi apabila hujan deras kembali turun di kampung tersebut.

Sementara itu dari 11 desa di Kecamatan Cililin, enam desa masuk zona merah rawan longsor. Keenam desa itu adalah Desa Cililin, Kidangpananjung, Karangtanjung, Mukapayung, Karyamukti, dan Nangerang. Kontur tanah dan sebagian besar wilayahnya berupa perbukitan menjadi penyebab wilayah Cililin rawan longsor. ’’Kita minta masyarakat lebih waspada terutama ketika hujan turun,’’ imbaunya. (drx/vil)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.