oleh

Benteng Rusunami Grand Asia Afrika Roboh, Satu Anak Terluka

Jaya juga mengatakan, ambruknya benteng tersebut diduga lantaran benteng tak kuat menahan air hujan. Selain itu, ia pun meragukan kualitas benteng tersebut. ”Ada beberapa faktor, dilihat faktanya, kalau menurut saya besi cornya terlalu kecil. Jadi kualitasnya juga harus dipertanyakan,” ujarnya.

Jaya mengatakan, pihaknya saat ini akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait ambruknya dinding tersebut. ”Kami akan selidiki siapa yang membangun benteng ini. Kualitasnya bagaimana, itu perlu penyelidikan,” katanya.

Sementara itu, pihak PT Kagum Lokasi Emas, pengembang rusunami melalui kuasa hukumnya Abidin SH mengatakan, sebagai tindak lanjut pihak manajemen akan memberikan pertanggungjawaban kepada korban. ”Manajemen akan membiayai pengobatan korban hingga sembuh, untuk kendaraan roda dua yang tertimpa reruntuhan akan kita perbaiki kalau tidak memungkinkan diperbaiki diganti,” ujarnya.

Abidin juga menuturkan, benteng tersebut diduga roboh karena faktor hujan lebat yang mengguyur Kota Bandung beberapa hari ini. ”Diduga karena faktor alam, hujan kan lebat sekali dari siang. Ada kemungkinan karena air hujan merembes, namun kalau memang rembesan air pasti tertampung selokan dan langsung dibuang ke gorong-gorong,” ujarnya lagi.

Tembok tersebut merupakan pemisah antara area pemukiman penduduk Gang Uni dan rusunami.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.