oleh

Rasionalisasi PNS Bukan Pilihan

”Bagi saya, pemerintah tidak akan pernah menyusahkan pegawainya. Namun, kalau ditanya untuk melanjutkan pendidikan untuk mengamankan statusnya sebagai PNS, kata dia, keluarga lebih diutamakan.

”Tidak jadi pilihan sekolah mah, apalagi mau pensiun. Saya mah serahkan pada aturan mainnya. Yang penting bisa nafkahi keluarga,” kata Wahid, sapaan akrabnya.

Pendapat sama diungkapkan Rohman, 44 tahun, staf Sekwan bidang hukum perundang-undangan. Pegawai lulusan SD itu, sudah sembilan tahun jadi PNS. Dalam pandangan dia, baik pensiun maupun sekolah lagi tidak terpikirkan. ”Terpenting bekerja untuk menafkasi keluarga,” kata Maman—sapaan akrabnya.

Lain lagi pendapat Adam Muadam, 40, staf Sub Bagian Tata Usaha Sekwan DPRD Kota Bandung. Dia sehari-hari bertugas sebagai pelaksana kepegawaian.

Adam dengan tegas memilih melanjutkan sekolah dari pada pensiun dini. Sebab, untuk meningkatkan kinerja dan penghasilan harus dibarengi peningkatan ilmu pengetahuan.

”Saya sudah bekerja 20 tahun, tetapi untuk penyesuaian ijazah, masa kerja dipotong 5 tahun. Sekarang dia golongan 2C. ”Melihat usia saya masih terbilang muda. Ke bangku sekolah lagi perlu buat saya. Itu demi masa depan keluarga,” jelas Adam. (edy/rie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.