oleh

PNS Bakal Kena Rasionalisasi, ASN SD/SMP Pemkot Bandung Sebatas Caraka

Kebanyakan ASN Pemkot Bandung lulusan SD/SMP bertugas sebagai ‘Caraka’ atau pengantar surat. Sementara, yang bertugas di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) seperti di Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP), bertugas blusukan melaksanakan mengecekan air sungai.

”Dulu lulusan SD/SMP masuk golongan satu A dan B. Sekarang SMA saja pangkatnya sudah golongan dua A terendah,” kata Ketua Komisi A DPRD Kota Bandung Edi Haryadi, kemarin (7/3).

Baca Juga:  Pegawai Pemkot Bandung yang Positif Covid-19 Bertambah Jadi 904 Orang

Terkait ASN yang inginkan pensiun dini, dalam referensi Edi Haryadi, yang mantan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Bandung ini menilai, normal saja.

Artinya, hampir tidak ada yang meminta pensiun dini. Biasanya, sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku sambung pilitikus Partai Gerindra itu, yang mengajukan pensiunan, kebanyakan rata-rata usia di atas 50 tahun dengan masa kerja minimal 20 tahun.

”Di Kota Bandung hampir tidak ada pensiun dini, kecuali ASN itu menderita sakit parah dan berkelanjutan,” tukas Edi.

Baca Juga:  Pegawai Pemkot Bandung yang Positif Covid-19 Bertambah Jadi 904 Orang

Menyoal ASN di Pemerintah Kota Bandung, belakangan yang dikoordinasikan Badan Kepegawaian Daerah (BKD), rata-rata lulusan sarjana ( S1).

ASN itu, masuk melalui seleksi dan diterima sebagai pejabat negara langsung ditetapkan masuk golongan 3A (CPNS), dengan gaji 80 persen tidak kurang dari Rp 2 juta untuk gaji pokok.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga