oleh

Tekan Angka kekerasan Anak, P2TP2A Jabar Bentuk PABM

bandungekspres.co.id – Maraknya kasus kekerasan dan kejahatan terhadap anak, mendorong Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) provinsi Jawa Barat melakukan inisiasi program Pengasuh Anak Berbasis Masyarakat (PABM). Hal ini dilakukan sebagai upaya preventif dan solusi atas disfungsi orientasi keluarga. Tujuannya membangun kesadaran masyarakat untuk bersama-sama memiliki kepedulian dan ikut melindungi anak-anak di lingkungan mereka sehingga masa depannya dapat diselamatkan.

Ketua Jawa Barat P2TP2A Netty Heryawan mengatakan, akar permasalahan dari kasus kekerasan dan kejahatan seksual terhadap anak bersifat multidimensi dan multikompleks. Kasus ini berakar dari nilai-nilai agama yang rapuh, permasalahan ekonomi, sosial budaya, kesehatan jiwa, pengasuhan dalam keluarga, pendidikan, penegakan hukum, hilangnya karakter bangsa, kurangnya lingkungan yang kondusif dan penyedia sarana dan prasarana untuyk memberikan rasa aman dan nyaman pada warga.

’’Masalah ini yang paling mendasar adalah disfungsi keluarga dalam membangun ketahanan keluarga,’’ kata Netti saat launching PABM di Lapanagn Balong, Jalan Citepus, Kelurahan Pajajaran, Kecamatan Cicendo, kemarin (29/2).

Netty mengungkapkan, hingga 2015, P2TP2A Jabar telah menangani 946 orang yang menjadi korban kekerasan. Tidak hanya kekerasan fisik, namun juga kekerasan psikis, kekerasan seksual dan penelantaran ekonomi. Salah satunya yang sempat mengagetkan khalayak dan mendapat sorotan di media masa mengenai kasus pencabulan yang dilakukan oleh inisial AS yang mengidap kelainan seks terhadap 118 anak di daerah Sukabumi.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga