Kebiri Tak Kurangi Pencabulan

Kebiri Tak Kurangi Pencabulan
Livriando Kambey/ Manado Post
PERTAHANKAN BUDAYA: Dua remaja saat menampilkan Tarian Perang Cakalele, Selasa (5/1) di Kelurahan Sindulang Kecamatan Tuminting.
0 Komentar

Survei terakhir, kata dia, kekerasan seksual dialami sebanyak 900.000 anak laki-laki atau 1 dari 12 anak. Sedangkan kekerasan seksual hanya dialami 600.000 anak perempuan atau 1 dari 19 anak.

Saat ini, kata dia, Kemensos baru memiliki Rumah sosial perlindungan anak sebanyak 18. Targetnya, akan dibangun 100 lagi untuk penampungan anak-anak korban dan saksi.

Sementara itu, menurut Pakar Kesehatan dari Unisba, Sony Ramdhani, kekerasan pada anak mulai meningkat pada 2007 sampai 2008. Kekerasan ini, menjadi masalah sosial yang membahayakan kelompok sosial. Karena, pelaku yang melakukan kekerasan pada umumnya, dulu mereka korban kekerasan.

Baca Juga:Selalu Berani Beri Kepercayaan ke Pemain MudaPolri Temukan Bukti Upaya Bentuk Negara Baru

”Saat ini, di Indonesia ada 21 juta korban kekerasan. Mungkin, nantinya mereka bisa menjadi pelaku kekerasan. Ini, tergantung, seberapa cepat penanganannya,” kata Sony seraya mengatakan agar pelaku tak bertambah, maka penanganannya harus cepat.

Menurut, anak yang rentan mengalami kekerasan adalah pekerja anak, anak yang orang tuanya sibuk, anak yatim, anak yang hidup di lokalisasi, dan anak jalanan. Bahkan, dari hasil penelitian, anak jalanan berusia 10 tahunan rata-rata menjadi korban pelecehan seksual. ”Dampak anak yang mengalami kekerasan adalah rusak mental,dan rendah diri,” pungkasnya. (agp/rie)

0 Komentar