Menurut Asep, langkah-langkah PSN ini terkendala dengan kebiasaan masyarakat, sehingga pihaknya terus berupaya dengan pemberantasan melalui sistem sosialisasi. Kita upayakan dengan jemput bola, sekaligus dengan pemerintah dan tokoh desa. ’’Bahkan demi antisipasi, setiap ada kejadian panas dingin yang parah masyarakat harus segera periksa ke Puskesmas,’’ ungkapnya.
Humas RSUD Karawang Ruhimin menyebutkan pasien DBD dalam minggu ke 3 bulan Januari ini tercatat 20 pasien. Dia menyebutkan, hampir 60 persen pasien yang ditanganinya berasal dari Kecamatan Tegalwaru yang merupakan dataran tinggi. (ask/din/vil)
