Pendidikan Jadi Kunci Revolusi Mental

Hari Anak Nasional
SOFYANSYAH/RADAR BOGOR/JPG
PENDIDIKAN: Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Ibu Negara Ny. Iriana Joko Widodo mengunjungi gerai Kampung Dongeng pada acara puncak Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2015 di Istana Bogor. Generasi muda mesti memiliki semangat juang demi mewujudkan gerakan revolusi mental yang dicanangkan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.
0 Komentar

[tie_list type=”minus”]Generasi Muda Miliki Semangat Juang[/tie_list]

bandungekspres.co.id– Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menyatakan, pendidikan menjadi kunci penting bagi terwujudnya revolusi mental. Sebab, revolusi mental merupakan salah satu cara mewujudkan Revolusi Pancasila untuk membentuk generasi masa depan.

Berbicara pada acara deklarasi Gerakan Revolusi Mental di Kementerian Agama, Selasa (15/12), Puan mengatakan, lembaga pendidikan merupakan salah satu wadah untuk membangun revolusi mental. ’’Salah satu metode untuk mewujudkan Revolusi Pancasila yang merupakan tujuan revolusi mental bangsa Indonesia adalah melalui dunia pendidikan,” katanya.

Baca Juga:Berburu Foto Hingga ke Negeri Tirai BambuFraksi PDIP Tolak Pinjaman untuk Pembangunan Pasar Atas

Di acara yang juga dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin dan ribuan orang lainnya termasuk siswa-siswi madrasah dan santri dari berbagai daerah di Indonesia itu Puan menjelaskan, revolusi mental memang bukan hal mudah. Sebab, revolusi mental memang untuk membentuk karakter anak-anak bangsa yang memiliki semangat juang, berintegritas dan etos kerja yang tinggi.

Mantan ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR itu menegaskan, melalui pendidikan pula karakter anak-anak bangsa dibentuk. ’’Dunia pendidikan menjadi tempat kita menyemai generasi pemimpin bangsa Indonesia kelak,” ujarnya.

Puan menegaskan, generasi masa depan Indonesia harus berkarakter kuat dan memiliki daya saing. Karenanya, generasi masa depan pun tetap harus menyuarakan revolusi mental demi terwujudnya Revolusi Pancasila. ”Generasi silih berganti dan kita ingin memastikan generasi mendatang tidak kehilangan jati dirinya dengan menggelorakan Gerakan Revolusi Mental,” ujarnya.

Sedangkan Lukman mengatakan, kementerian yang dipimpinnya punya tanggung jawab untuk mewujudkan revolusi mental melalui gerakan berbasis nilai-nilai agama. Menurutnya, kuncinya ada di pendidikan. ’’Gerakan revolusi mental ini momentum untuk meningkatkan daya saing bangsa,” ucapnya. (ara/vil)

 

0 Komentar