Banjir Mirip Isi Ulang

Banjir Cieunteung
NAIK PERAHU: Seorang anak saat akan memasuki masjid yang dijadikan lokasi penampungan pengungsi di Kampung Cieunteung belum lama ini.
0 Komentar

”Saya takut mereka terpeleset, lalu jatuh. Tidak tega,” tambahnya.

Dia harap, ada upaya pemerintah untuk merenovasi. Dalam artian, ketinggian gedung sekolah ditingkatkan. Dengan begitu, siswa bisa belajar dengan nyaman meski ”kanan-kiri” di sekolah mereka air banjir.

Endang menjelaskan, SDN 7 ini terakhir dibangun 2003. Di 2010 sudah ada rencana untuk dibangun, tapi belum terealisasi. Gubernur, katanya, pernah mantau ke lokasi sekolah ini dan katanya sekolah tersebut mau direnovasi mau ditinggikan. ”Tapi sampai saat ini belum terealisasi,” jelasnya.

Endang mengatakan, pada 2010 ketinggian mencapai 2, 5 meter dan di 2014 mencapai dua meter. Makanya KBM dilaksanakannya di rumah warga. ”Sudah jenuh dengan kondisi seperti ini. Setiap hujan pasti banjir dan menghampiri ke sekolah. Sekarang diberesin, besok banjir lagi. Begitu terus. Banjir ini seperti air isi ulang,” pungkasnya. (yul/rie)

 

0 Komentar